Round-Up

Permukiman Kebanjiran Lebih dari Sebulan Jadi PR Bagi Wali Kota Medan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 05:22 WIB
Banjir di Gang Subur Lama, Medan (Datuk Haris-detikcom)
Foto: Banjir di Gang Subur Lama, Medan (Datuk Haris-detikcom)
Medan -

Sudah sebulan lamanya permukiman warga di kawasan Medan Maimun, Medan terendam banjir. Hal ini dinilai menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah kota setempat.

Pemerintah kota Medan diminta mencari solusi jangka panjang dalam penanganan banjir ini, salah satunya dengan menyulap daerah aliran sungai (DAS) menjadi jalur hijau. Ide itu disampaikan Anggota DPRD Medan dari Fraksi NasDem, Habiburrahman Sinuraya.

"Saya akan coba hari ini hubungi kelurahan setempat, supaya segera difotokan agar bisa kita tindaklanjuti kepada kepala UPT-UPT untuk segera mengecek drainase mana emang yang rusak. Kalau memang itu menjadi salah satu alasan banjir," kata Habiburrahman, Senin (18/1/2021).

Dia mengatakan banjir bukan merupakan kehendak manusia. Tapi dia juga menilai banjir di lokasi tersebut bukan sepenuhnya salah Pemko Medan.

"Saya tidak mau menyalahi pihak mana pun. Tapi mungkin ada beberapa pihak yang saya rasa terlalu lepas tangan, tidak terlalu mengontrol dan tidak terlalu mengontrol bawahannya. Maka dari itu saya minta tolong pada Pemko Medan untuk hari ini, ke depannya dinas terkait cobalah ditinjau," ujar Habiburrahman.

Dia kemudian menyampaikan harapannya ke Pemko Medan, terutama setelah dipimpin Bobby Nasution, di periode mendatang. Salah satu yang harus dilakukan Pemko Medan, katanya, adalah menyulap daerah aliran sungai di Medan menjadi jalur hijau.

"Yang pertama harapan kita, saya sangat berharap besar Bang Bobby Nasution-Aulia Rachman bisa berkolaborasi antara dinas Pemko Medan dengan pihak BWS (Balai Wilayah Sungai) di tingkat provinsi, agar bantaran sungai ini segera direvitalisasi. Karena kita nggak bisa, Kota Medan tidak bisa melakukan pembesaran sungai atau pembuatan pinggiran sungai yang memakan anggaran cukup besar karena itu bukan wewenang kita, itu wewenang dari BWS dan Pemprov Sumut," ucapnya.

"Ke depannya kalau bisa, ini pasti bakal terjadi pro dan kontra, bantaran sungai itu kalau bisa kita memang buat jalur hijau. Saran saya ke Bang Bobby-Aulia," sambungnya.

Namun dia meminta Pemko Medan dan pihak terkait mencari solusi agar warga di pinggiran sungai tetap mendapat tempat tinggal yang layak. Menurutnya, pemerintah harus menyediakan tempat tinggal warga yang bakal terkena dampak penggusuran lebih dulu.

"Tapi tentunya harus ditempatkan dulu ini, mana nih yang terkena dampak bakal penggusuran. Nah ini harus ditentukan dulu di mana tempatnya, jangan langsung digusur, mereka tidak tahu diletakkan di mana," sebut Habiburrahman.

Simak berita selengkapnya di halaman berikut

Selanjutnya
Halaman
1 2