Andi Irfan Jaya Divonis 6 Tahun Bui di Kasus Fatwa MA Djoko Tjandra

Zunita Putri - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 20:51 WIB
Tersangka skandal suap Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya (AIJ) selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Andi Irfan bungkam.
Foto: Andi Irfan Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Rekan Pinangki Sirna Malasari, Andi Irfan Jaya divonis hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan kurungan. Andi dinyatakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta bersalah karena menjadi perantara suap dan melakukan pemufakatan jahat dengan Pinangki dan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra terkait upaya fatwa MA.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Andi Irfan Jaya telah terbukti secara sah san meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sengaja memberi bantuan pada kejahatan korupsi dilakukan dan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi" kata hakim ketua Ignasius Eko Purwanto saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2021).

Andi Irfan Jaya dinyatakan hakim melanggar Pasal 11 dan Pasal 15 juncto Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menjatuhkan hukuman pidana hukum kepada terdakwa Andi Irfan Jaya dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, dengan ketentuan apabila tidak tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 4 bulan," ucap hakim Eko.

Hakim Eko mengatakan Andi Irfan Jaya melakukan pertemuan dengan Pinangki Sirna Malasari, Anita Kolopaking, dan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra pada 25 November 2019 di kantor Djoko Tjandra bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia. Hakim menyatakan dalam pertemuan itu Andi Irfan berperan sebagai seorang konsultan yang akan mengurusi hal lain termasuk action plan upaya fatwa MA.

"Menimbang dari fakta hukum, peranan terdakwa telah terbukti adalah sebagai konsultan yang meredam media massa, apabila Joko Soegiarto Tjandra ke Indonesia," ucap hakim Eko.

Hakim menyebut pertemuan itu juga telah terjadi kesepakatan fee. Adapun kesepakatan fee adalah Anita Kolopaking USD 400 ribu untuk biaya urusan hukum dan Andi Irfan Jaya senilai USD 600 ribu untuk urusan action plan.

"Bahwa pada saat makan malam ada kesepakatan urusan hukum kepada saksi Anita Kolopaking dengan biaya USD 400 ribu, sedangkan urusan lain yang dituangkan di action plan diserahkan terdakwa dengan biaya USD 600 ribu," kata hakim Eko.

Selanjutnya
Halaman
1 2