Antisipasi Pengungsi Gempa Sulbar Rebutan Logistik, Polisi Kawal Bantuan

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 18:37 WIB
Sejumlah korban gempa Mamuju, Sulawesi Barat, terpaksa dirawat di tenda darurat di kawasan Rumah Sakit Regional Sulbar.
Tenda pengungsi korban gempa Sulbar. (Akbar Tado/Antara Foto)
Mamuju -

Personel Polres Mamuju mengawal distribusi bantuan untuk korban gempa Sulawesi Barat (Sulbar). Sebab, para pengungsi di sejumlah posko rawan berebut bantuan logistik saat kendaraan pengantar logistik lewat.

"Kegiatan kami dalam melakukan pengamanan, mobile agar masyarakat tertib saat pembagian bantuan," ujar Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Robertus Roedjito kepada warga di lokasi penyaluran bantuan, Senin (18/1/2021).

Pantauan detikcom, di posko pengungsian di Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, tampak polisi tak berseragam tapi bersenjata lengkap tengah bersiaga mengawasi bantuan yang diturunkan dari mobil. Saat itu pula, warga langsung mengerumuni mobil pengantar bantuan logistik.

"Sampai saat ini titik yang dianggap rawan tidak ada, tetapi saat pembagian, pasti masyarakat berkerumun di situ, sehingga rawan terjadi keributan karena tidak sabar hingga rebutan," katanya.

AKP Robertus berharap distribusi bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Mamuju selalu dikoordinasikan dengan pihak terkait. Hal ini bertujuan mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan

"Kami berharap dengan koordinasi yang baik, pembagian bantuan bisa berjalan lancar," imbuhnya.

Salah satu warga korban gempa Syahril mengungkapkan, sejak bencana terjadi baru kali ini dirinya mendapat bantuan.

"Kalau pasokan bantuan sampai sekarang, ini yang pertama dan masih sangat terbatas," terangnya.

Diakui, para pengungsi di tempatnya masih sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kendala kita kekurangan air minum, makanan pokok, susu, tenda. Semoga pemerintah bisa membantu," tuturnya.

(nvl/nvl)