Kimia Farma Bantah Pelaku Pemalsu Swab Test di Soetta Pegawainya

Adhyas - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 16:58 WIB
Polresta Bandara Soetta Tangkap 15 Pemalsu Surat Swab Test
Polresta Bandara Soetta Tangkap 15 Pemalsu Surat Swab Test (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Kimia Farma memberikan klarifikasi terkait adanya oknum pegawai fasilitas rapid test yang diamankan terkait pemalsuan surat swab test di Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Kimia Farma memastikan bahwa pria inisial U tersebut bukan pegawainya.

"Kami sampaikan informasi bahwa oknum yang mengaku karyawan PT Kimia Farma Diagnostika yang bertugas di layanan Rapid Test Antigen dan PCR COVID-19 di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, bukan karyawan PT Kimia Farma Diagnostika," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (18/1/2021).

Adil menegaskan bahwa pria berinisial U alias B bukan pegawai atau pun mantan karyawan Kimia Farma. U juga tidak memiliki hubungan pekerjaan dengan perusahaan farmasi tersebut.

"Kami menegaskan kembali bahwa yang bersangkutan bukan mantan karyawan dan tidak pernah memiliki hubungan pekerjaan dengan PT Kimia Farma Diagnostika," tegasnya.

Meski demikian, Adil tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Dirinya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Namun, kami dari manajemen PT Kimia Farma Diagnostika, melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak, terutama pihak Polresta Bandara Soekarno-Hatta, dalam rangka penelusuran atas sepak terjang para tersangka tersebut, sehingga tidak terjadi kejadian serupa di kemudian hari," sebut Adil.

Adil juga mengapresiasi Polresta Bandara Soekarno-Hatta yang menangkap komplotan pelaku pemalsuan surat swab bebas COVID-19. Ulah para pelaku dianggap merugikan banyak pihak, terutama kepada penumpang.

"Kami juga mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Polres Bandara Soekarno-Hatta atas penangkapan sindikat tersangka pemalsuan dokumen surat hasil PCR test COVID-19 tersebut. Oknum tersebut sangat merugikan banyak pihak, termasuk calon penumpang, dan yang paling membahayakan adalah dapat menyebarkan COVID-19 apabila memang calon penumpang tersebut positif terinfeksi COVID-19," tutur Adil.

Simak penjelasan polisi di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2