TNI Luruskan Info Distribusi Bantuan Korban Gempa Sulbar Tak Merata

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 16:48 WIB
Tim CT ARSA Foundation bergerak ke lokasi terdampak gempa Sulbar. (Dok CT ARSA Foundation)
Tim CT ARSA Foundation bergerak ke lokasi terdampak gempa Sulbar. (Dok. CT ARSA Foundation)
Jakarta -

Korem 142/Taroada Taroga meluruskan informasi yang menyebut distribusi bantuan korban gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar) tidak merata. Pihak Korem 142 menyatakan proses distribusi masih terus berjalan.

"Ada beberapa titik pengungsi yang belum terjangkau tim untuk laksanakan distribusi. Kami akan berusaha hingga titik terjauh dan tidak bisa dijangkau roda 2 atau roda 4," kata perwakilan dari Korem 142 Kolonel Bambang, Senin (18/1/2021).

Dia mengatakan saat ini tim terpadu di Mamuju mendapatkan bantuan setidaknya empat unit helikopter dari TNI AU. Helikopter ini akan dipakai untuk mengantar distribusi bantuan logistik hingga obat-obatan kepada titik-titik pengungsian yang ada di Majene dan Mamuju.

Dia mengatakan tim terpadu berkomitmen untuk menyalurkan bantuan. Dia mengatakan masyarakat pun bisa datang mengadu bila wilayahnya belum tersalurkan bantuan.

"Usaha kami dengan isu itu, pendistribusian bisa dilaksanakan kami mengantar ke titik pengungsi atau kami menerima keluhan masyarakat datang ke sini. Akan kami data. Tapi kami sampaikan, dalam memberi daftar kami akan memberi data yang valid. Paling tidak didampingi petugas kewilayahan, misal lurah, kadus, babinsa, atau babhinkambtibmas sehingga tidak ada duplikasi, dan penyaluran bantuan bisa merata," kata Kolonel Bambang.

Dia mengatakan tim terpadu juga memperbanyak armada untuk melakukan distribusi. Pemerintah juga menyewa mobil pikap milik masyarakat untuk distribusi bantuan, sehingga kendaraan berukuran kecil diharapkan bisa menjangkau titik lebih jauh.

"Memang armada dari TNI berjumlah 21. Armada lain, kami berusaha menyewa kendaraan pikap penduduk sehingga kendaraan kecil bisa menjangkau lebih jauh. Lalu hambatan poros Majene-Mamuju tertutup longsoran. Tapi Yonzipur sudah bergerak melaksanakan penanganan pembersihan longsoran uang menghambat jalur Majene-Mamuju. Demikian langkah kami ada isu distribusi tak merata pada pengungsi," jelasnya.

Dilaporkan hingga hari ini tercatat ada 84 orang korban gempa di Sulbar. Petugas SAR juga mengevakuasi 18 orang dengan kondisi selamat.

Jumlah 84 orang tersebut terdiri atas 73 orang di Kabupaten Majene dan 11 orang di Kabupaten Mamuju. Basarnas hari ini telah melakukan pencarian di 20 sektor yang terkena dampak gempa.

Sebelumnya, gempa juga terjadi di Majene dan Mamuju pada Jumat (15/1) lalu. Hingga hari ini, tercatat ada 31 kali gempa susulan.

Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Bantuan dari BNPB, Kemensos, maupun pihak lainnya sudah dikirim ke Mamuju dan Majene.

Simak video 'Satu Korban Gempa Mamuju Teridentifikasi Bernama Simon':

[Gambas:Video 20detik]

Transmedia bersama CT ARSA Foundation mengajak siapapun untuk peduli dan membantu saudara-saudara di Sulawesi Barat. Donasi dapat disalurkan ke rekening yang tertera pada poster.

Transmedia bersama CT ARSA Foundation mengajak siapapun untuk peduli dan membantu saudara-saudara di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Donasi dapat disalurkan ke rekening yang tertera pada poster.Transmedia bersama CT ARSA Foundation mengajak siapapun untuk peduli dan membantu saudara-saudara di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Donasi dapat disalurkan ke rekening yang tertera pada poster. (Foto: Transmedia)
(jbr/idh)