Konglomerat Surabaya Tertipu Emas 1,1 Ton, 3 Pejabat Antam Dihukum Segini

Andi Saputra - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 14:11 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ilustrasi palu hakim (Ari Saputra)
Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memutuskan Budi Said menjadi korban penipuan kasus jual beli 1,1 ton emas. Di kasus itu, tiga pegawai PT Antam dijatuhi hukuman penjara.

Hal itu tertuang dalam putusan PN Surabaya yang dikutip detikcom, Senin (18/1/2021). Ketiga pejabat Antam itu adalah Kepala Butik Cabang Surabaya I, Endang Kumoro dan dua lainnya adalah Misdianto serta Ahmad Purwanto.

Kasus penipuan jual beli emas 1,1 ton ini bermula saat Budi bertemu orang di toko emas di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Februari 2018. Kala itu ia mendengar Antam sedang melakukan diskon penjualan emas batangan.

Budi kemudian ke Gedung Antam Surabaya dan bertemu dengan pimpinan Antam Surabaya, Endang Kumoro dan Misdianto serta Ahmad Purwanto. Selain itu, Budi juga berkenalan dengan marketing yang bernama Eksi Anggraini.

Eksi menawarkan harga emas Rp 530 juta per kg. Emas akan diterima dalam waktu 12 hari kerja setelah uang ditransfer ke PT Antam. Budi percaya karena yang menjelaskan adalah orang yang mengaku karyawan Antam dan transfer ke rekening Antam.

Belakangan, Eksi menghubungi Budi untuk memberitahu bahwa ia bisa membantu mengurus pembelian emas dengan meminta komisi Rp 10 juta/kg. Budi mengiyakan dan mentransfer Rp 10,6 miliar ke rekening Antam.

Budi kemudian melakukan transaksi lagi sebanyak 73 kali transfer. Total harga yang dibayar Rp 3,9 triliun dengan harapan mendapatkan 7 ton emas.

Hingga kasus ini bergulir, Budi baru menerima 5.935 kg emas. Adapun sisanya, 1.136 kg emas tidak kunjung dikirim. Akhirnya, Budi mempolisikan kasus itu pada penghujung 2018. Kasus bergulir ke pengadilan.

Endang Kumoro dan dua lainnya adalah Misdianto dan Ahmad Purwanto diadili dalam berkas tersendiri dan terpisah dengan Eksi. Ketiganya dinyatakan melakukan tindak pidana penipuan oleh PN Surabaya.

"Menghukum Terdakwa I Endang Kumoro dengan pidana penjara selama, 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan penjara; Terdakwa II Misdianto, dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan, Terdakwa III Ahmad Purwanto, dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan," ujar majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki dengan hakim anggota Rochmad dan Sapruddin.

Kesaksian ketiga terdakwa ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2