Denny Indrayana Minta Jokowi Cek Daerah Terisolir di Kalsel

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 12:51 WIB
Cagub Kalsel Denny Indrayana.
Denny Indrayana (Risanta/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dilanda musibah banjir. Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana pun menyambut baik kedatangan Jokowi dan melaporkan sejumlah masalah di wilayah Kalsel yang terdampak banjir.

Denny melaporkan sejumlah wilayah di Kalsel pascabanjir melalui akun YouTube-nya, seperti dilihat pada Senin (18/1/2021). Dia mengatakan laporan yang dipaparkan adalah momen yang tepat, apalagi Jokowi akan turun langsung meninjau lokasi banjir.

"Saya dengar Bapak (Jokowi) akan mengunjungi Kabupaten Banjar, memang banyak kabupaten/kota yang terdampak dan tentu Kabupaten Banjar adalah salah satu pilihan yang baik dan tepat. Namun izinkan juga saya menyampaikan sedianya Bapak punya waktu, serta faktor keamanan juga memungkinkan terkait dengan cuaca dan lain-lain, baiknya Bapak juga hadir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang Kota Barabai-nya sempat lumpuh karena banjir yang sangat merusak dan merupakan salah satu banjir terburuk dalam sejarah Kalsel," ujar Denny.

Denny juga menerima informasi adanya beberapa daerah yang terputus dan belum bisa diakses melalui jalur darat maupun perahu karet. Untuk itu, Denny menyarankan agar bantuan dan evakuasi dilakukan via udara.

"Mudah-mudahan dengan demikian wilayah-wilayah yang terisolir dan kesulitan berkomunikasi karena sinyal telepon genggam juga terganggu akan lebih dapat kita berikan bantuan dan akses. Saya sudah juga berbicara dengan kepala BNPB dan beliau juga sudah memberikan komitmen yang luar biasa untuk segera mengirimkan aparat dan heli untuk memantau dari udara. Mudah-mudahan cuaca memungkinkan, menurut saya ini alternatif yang harus segara dilakukan. Pemantauan dan evakuasi melalui jalur udara," kata Denny.

Terakhir Denny menyampaikan adanya kerusakan lingkungan akibat kegiatan penambangan. Berdasarkan data yang dia terima dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, ada 814 lubang tambang batu bara yang menurutnya perlu ada penegakan hukum. Serta reklamasi dari 157 perusahaan.

"Dampak lingkungannya luar biasa tentu banjir kita itu juga disebabkan oleh curah hujan yang di atas rata-rata. Namun di sisi lain daya dukung lingkungan kita sudah rusak karena memang menipisnya hutan dan juga makin banyaknya lahan yang digunakan untuk sektor-sektor tambang dan juga kelapa sawit," jelas dia.

"Dari 3,7 juta hektare lahan di Kalsel, hampir 50 persen sekarang sudah menjadi lahan tambang dan kelapa sawit dengan tetap menghormati investasi kita juga harus memerhatikan bagaimana daya dukung lingkungan kita tetap lestari dan tidak rusak karena investasi yang tidak ramah lingkungan," imbuh Denny.

Eks Wamenkumham ini juga memaparkan data dari Lapan. Dia menyebutkan data hutan yang semakin menipis.

"Ada penurunan hutan kita yang signifikan dari tahun 2010 hingga 2020. Hutan primer kita berkurang 13 ribu hektare, hutan sekunder menurun 116 ribu hektare, sawah 146 ribu hektare, dan semak belukar 47 ribu hektare. Di sisi lain, area perkebunan meningkat sebanyak 219 ribu hektare. Lagi-lagi dengan tetap menghormati investasi agar kita memang membuka lapangan kerja, memutar perekonomian dan seterusnya kita juga harus memerhatikan dengan sangat serius kelestarian lingkungan di Kalsel," ujar dia.

Sebelumnya, kunjungan Jokowi ke lokasi banjir Kalsel untuk memastikan bangunan yang terkena dampak bisa ditindaklanjuti kementerian terkait. Selain itu, Jokowi ingin memastikan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir Kalsel tersalurkan.

"Sarana yang terkena dampak agar PU bisa segera ditindaklanjuti, bantuan kemanusiaan dipastikan sampai, dan kebutuhan lain yang diperlukan warga, Bapak Presiden akan memperhatikan," ujar Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

(idn/fjp)