Cerita Korban Gempa di Pulau Terpencil Seberangi Laut Ambil Bantuan ke Mamuju

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 11:20 WIB
Warga korban gempa di pulau terpencil Sulbar jemput bantuan ke Mamuju karena belum terjangkau relawan (Hermawan/detikcom).
Foto: Warga korban gempa di pulau terpencil Sulbar jemput bantuan ke Mamuju karena belum terjangkau relawan (Hermawan/detikcom).
Mamuju -

Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) di pulau terpencil Sulawesi Barat (Sulbar), yakni Pulau Karampuang menjadi korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 yang terpusat di Kabupaten Majene. Namun warga yang belum tersentuh relawan akhirnya harus menyeberangi lautan untuk mengambil bantuan logistik di Mamuju.

"Kita di sana mengungsi juga Pak karena rumah-rumah juga ada yang hancur (akibat gempa)," kata seorang warga Pulau Karampuang bernama Jaharuddin (43) saat ditemui detikcom di Lanal Mamuju, Sulbar, Senin (18/1/2021).

Jaharuddin mengatakan, dia dan sejumlah warga pulau menyeberang ke Lanal Mamuju karena kekurangan logistik. Dia menyebut ada bantuan, namun jauh dari kata cukup.

"Tadi malam Pak ada (bantuan), cuma kurang karena 28 orang cuma dapat 1 liter beras. Ini per tenda ya Pak," kata Jaharuddin.

Menurut Jaharuddin, kekurangan logistik tersebut membuat warga khwatir namun mereka juga belum berani kembali ke rumah masing-masing sebelum ada imbauan dari pemerintah setempat.

"Untung ada info dari teman entah dia dapat dari mana (info ada logistik di Lanal Mamuju), okelah karena kita masih punya bahan bakar sedikit 'ayo kita ke sana (Lanal Mamuju)," kata Jaharuddin.

"Jadi kemarin kita ke sini melaporkan kondusi di sana, alhamdulillah diterima kita Pak sama Angkatan Laut ini," katanya.

Sementara itu, pihak TNI AL menyebut bantuan logistik untuk warga Pulau Karampuang akan disesuaikan.

"Tentunya kita harus sesuai jumlah warga di sana. Laporannya kan kurang lebih 200 KK. Itu nanti sesuai dengan standar sembako yang kita paketkan, nanti kita bawa ke sana," ujar Danlantamal VI Makassar Laksamana TNI Pertama Benny Sukandari kepada wartawan saat dimintai konfirmasi terpisah.

"Kebetulan di sana juga ada perwakilan anggota kita di sana sudah memantau nanti harapannya mudah-mudahan paket ini tidak kurang di sana," lanjutnya.

(hmw/nvl)