Kemnaker Dorong Potensi Santri di Padang Panjang Lewat BLK Komunitas

Inkana Putri - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 10:31 WIB
Kemnaker
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Thawalib Gunung Padang di Pondok Pesantren Thawalib Gunung, Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (17/1) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Ida meninjau pelatihan workshop menjahit, yang merupakan salah satu terobosan masifikasi pelatihan vokasi bagi para santri untuk memasuki dunia kerja.

"Workshop menjahit yang berada di lingkungan Ponpes Thawalib Gunung Padang Panjang ini memiliki potensi besar, karena sudah disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan daerah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/01/2020).

Ida berpesan agar para santri maupun masyarakat Ponpes Thawalib Gunung Padang dapat memanfaatkan pelatihan sebaik-baiknya.

"Jadikanlah pelatihan dari BLK ini sebagai kompetensi dasar yang mumpuni dan kembangkanlah terus skill kalian agar di masa depan, kalian bisa tetap kreatif dan inovatif menghadapi perubahan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida juga mengingatkan para peserta untuk terus belajar dan mengembangkan potensinya dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

"Tetaplah rendah hati dan tidak cepat berpuas diri. Teruslah belajar, bertumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan segala media yang ada, ingatlah pepatah Man Jadda Wajada," imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan adanya BLK Thawalib Gunung bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan gratis kepada masyarakat. Dengan demikian, santri dan masyarakat sekitar pesantren yang ingin mendapatkan pelatihan keterampilan kerja tak perlu ke kota dan mengeluarkan banyak biaya.

"Keterampilan yang diperoleh bisa untuk mendapatkan pekerjaan, atau menjadi wirausaha mandiri," jelasnya.

Ida mengatakan dibangunnya BLK Thawalib Gunung hanya merupakan sebuah stimulus. Oleh karena itu, ia meminta agar Pemerintah Kota Padang turut berkontribusi dalam menciptakan santri Thawalib Gunung menjadi santri yang qurani, mandiri, dan berdaya saing.

"BLK ini hanya pancingan, selanjutnya diharap Pemkot Padang Panjang berkontribusi menciptakan santri yang mandiri dan berdaya saing," katanya.

Menurutnya, masa depan ketenagakerjaan juga membutuhkan para santri yang berdaya saing, baik di wilayah provinsi maupun berdaya saing antar negara di seluruh dunia.

"Kita tak ingin banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia karena nanti tenaga kerja akan diisi tenaga kerja asli Indonesia yang disiapkan mulai dari pendidikan termasuk pesantren," paparnya.

Ida meyakini melalui sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, DPR dan dunia pendidikan maupun masyarakat, Indonesia dapat menciptakan generasi muda mandiri dan siap bersaing.

"Kita generasi tua merasa ikhlas dan tenang jika generasi penerus adalah generasi tangguh seperti santri Thawalib Gunung," katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran mengapresiasi atas dibangunnya BLK Thawalib Gunung Padang pada 17 Maret 2020. Ia mengatakan BLK Komunitas yang bergerak di bidang garmen dan menjahit ini sangat membantu para santri Ponpes Thawalib Putra dalam rangka menambah keterampilan/keahlian bidang garmen dan menjahit.

Tak hanya itu, Fadly menyebut BLK membantu mencetak para santri yang kompeten dan berdaya saing di samping ilmu agama yang dipelajarinya.

"BLK Komunitas Thawalib Gunung diharapkan mampu mengembangkan wirausaha mandiri, memiliki kemampuan mengembangkan diri menjadi entrepreneur," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Fadly juga secara resmi menyerahkan surat izin BLK Komunitas kepada Pengasuh Ponpes Thawalib Gunung, M Mahfuz Mustia. (akn/ega)