Brimob Polda Sulsel Cari 1 Korban Tertimbun Longsor Akibat Gempa Majene

Zulkipli Natsir - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 23:27 WIB
Kondisi Longsor Akibat Gempa Majene
Foto: Dok. Istimewa
Majene -

Satbrimob Polda Sulsel masih bergerak mencari korban yang tertimbun longsor akibat gempa M 6,2 yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat. Pihak Brimob terkendala keterbatasan alat berat saat proses pencarian tersebut.

Pencarian dilakukan di salah satu Desa Mekatta Kecamatan Malunda, Majene, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/21). Berdasarkan data yang diperoleh ada 9 warga yang menjadi korban tertimbun longsor akibat gempa.

Sementara baru 8 orang yang sudah dievakuasi dalam keadaan selamat sedangkan 1 lainnya masih hilang. Tercatat ada 44 KK yang mendiami desa tersebut dan saat ini 75 orang diantaranya telah mengungsi ke Desa Rui, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pasca gempa dan bencana tanah longsor tersebut.

Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis mengatakan pihaknya masih beupaya mencari korban tersebut. Sejumlah anjing pelacak juga dikerahkan ke lokasi.

"Jadi korban yang selamat saat ini telah mengungsi ke desa tetangga yang lebih aman dan 1 KK warga yang tertimbun material longsor sedang kami lakukan proses pencariannya," ucap Muhammad Anis di lokasi.

"Untuk memaksimalkan pencarian korban longsor sendiri, kami juga dibantu oleh anjing pelacak dari Satuan K9 Polda Sulsel untuk menemukan posisi korban," sambungnya.

Selain itu, petugas kepolisian lainnya, Kompol Nur Ichsan menyebut saat ini pihaknya fokus membantu mengevakuasi barang korban yang masih bisa dimanfaatkan.

"Saat ini kami fokus membantu mengevakuasi korban selamat beserta barang korban yang masih bisa dimanfaatkan untuk keperluan selama berada di tenda pengungsian karena hingga saat ini akses jalan menuju Desa Mekatta Kecamatan Malunda ini masih terisolir," ungkap Kompol Nur Ichsan kepada awak media.

Proses pencarian korban longsor di lokasi terkendala dengan tidak tersedianya alat berat. Materi longsor yang terdiri dari bongkahan batu besar dan batang pohon serta kondisi tanah yang masih labil menyulitkan proses pencarian.

Kondisi ini pun dianggap rawan mengakibatkan terjadinya longsor susulan dan bisa membahayakan Tim SAR di lokasi. Proses pencarian pun dinyatakan kembali dilanjutkan sambil menunggu yang bisa membahayakan tim SAR sehingga pencarian korban terpaksa kami tunda sambil menunggu bantuan alat berat.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa gempa dengan kekuatan 6.2 SR yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat telah merusakkan sebagai besar bangunan dan membuat masyarakat harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

(maa/maa)