Ngaku Masih Tidur di Jalan, Pengungsi Gempa Sulbar Ini Butuh Tenda

Hermawan Mappiwali - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 23:01 WIB
Salah Satu Korban Gempa Sulbar Masih Belum Mendapatkan Tenda
Foto: Dok. Istimewa
Majene - Usman (39), salah satu korban terdampak gempa bumi berkekuatan 6,2 M di Kabupaten Majene, Sulbar, mengaku masih tidur di pinggir jalan saat malam hari. Usman mengaku hal itu terjadi karena dia dan keluarganya belum sempat tersentuh bantuan tenda.

"Kalau kita tidur di pinggir sini mi (pinggir jalan), kalau malam," kata Usman kepada detikcom di salah satu area pengungsian korban gempa bumi Sulbar di kawasan Stadion Makarra, Kelurahan Binanga, Mamuju, pada Minggu (17/1/2021).

Usman mengatakan, dia dan rumpung keluarganya yang beranggotakan 22 orang sudah mengungsi di kawasan Stadion Makarra, sejak Jumat (15/1) pagi. Usman mengaku mengungsi hanya dengan bermodalkan tenda darurat yang dipasang pada sebuah pikap.

Dengan kondisi demikian, rumpung keluarga Usman yang berjumlah 22 orang tidak semua kebagian tenda. Alhasil, mereka sebagian mau tak mau harus tidur di jalan.

"Berusaha (cari bantuan tenda) berapa kali pak, setiap ada bantuan ke situ lagi nggak dapat lagi. Kalau biskuit biasa dapat, air tidak ada, tadi kita dapat air beli di Subur, Toko Subur," katanya.

Jika tiba saatnya hujan, Usman mengaku akan masuk ke dalam tenda darurat yang terpasang di sebuah mobil pikap tersebut.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementrian Sosial (Kemensos), M Safii Nasution yang dimintai konfirmasi mengenai kondisi Usman mengatakan, pihaknya hingga pada malam hari ini masih akan menyuplai tenda ke kawasan pengungsian Stadion Makarra.

"10 Tenda sementara masih akan didatangkan, sekalian kasur," kata Safii saat ditemui terpisah di kawasan pengungsian Stadion Makarra.

Dia mengatakan, pihaknya pada sore tadi sudah menyuplai bantuan tenda namun masih kurang. Dia pun meminta maklum atas segala keterbatasan di situasi bencana.

"Maksudnya harus sama juga mindset kita ya. Ini kan situasuasinya darurat. Tadi dibagi (tenda) di sini ada juga yang kurang, padahal semua sudah," katanya. (maa/maa)