Round-up

Buka-bukaan Guru Besar USU Kirim Surat ke Jokowi Demi Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 23:19 WIB
Ilustrasi seseorang tengah menulis surat
Foto: Thinkstock

Ternyata, ini bukan kali pertama Yusuf Leonard Henuk mengirimkan surat lamaran ke Jokowi. Ia mengaku sudah dua kali mengirimkan surat lamaran tersebut.

"Sekali di periode I dan sekali di periode II," ujar Yusuf Leonard Henuk.

Namun, ia tak menjelaskan secara detail soal surat lamaran ke Jokowi yang dikirim pada periode I. Namun, ia menyebut surat tersebut masih berkaitan dengan jabatan menteri.

"Iya (perihal menteri)," sebutnya.

Ia berharap Jokowi mempertimbangkan CV dan surat lamaran yang dikirimnya itu. Bahkan ia mengaku siap bila dipanggil untuk wawancara.

"Waktu itu saya hanya kirim ke dia, bahwa baca ini CV saya kemudian jabatan apa yang menurut bapak ya terserahlah. Itu dilihat tolong dipertimbangkan CV saya kalau misal ini saya siap untuk dipanggil wawancara kan itu. Intinya perkenalan diri, intinya itu ini lihat CV saya, Pak," kata Yusuf Leonard Henuk.

Ia menyebut surat lamaran jabatan menteri yang dikirimkan ke Jokowi itu hal yang biasa. Ia mengaku mengirim surat lamaran itu bertepatan ketika ada dua menteri Jokowi yang ditangkap KPK.

"Saya memang kirim itu kan dulu ada dua jabatan kosong itu kan, maka dari itu saya kirim itu saya perkenalkan diri saya di CV. Kan perkenalkan dirikan biasa, tidak salah kan perkenalkan diri ke presiden. Kan kebetulan ada jabatan kosong saya lamarkan kalau nggak dapat ya, kan jabatan saya tetap," ujarnya.

Yusuf Leonard Henuk kemudian membandingkan dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, apa yang dilakukannya lebih baik daripada AHY.

"Ini saya lebih bagus kirim CV, dari pada AHY kan tiap kali reshuffle kan jalan-jalan keliling, mondar-mandir ke Istana, kan tidak diangkat kan. Ini karena ini yang grup-grupnya SBY, Demokrat, AHY makanya saya bilang kalau kita berdua dipanggil untuk direkrut terbuka, saya yang dipilihlah di tingkat pendidikan begitu dipilih, kalau misalnya kami berdua di laga, dipanggil untuk presentasi, pasti saya yang dipilih, dinilai oleh pakar saya yakinlah. masak sudah senior gini tidak dipakai kalau misalnya," ucap Yusuf Leonard Henuk.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3