Hujan Disertai Angin Kecang Guyur Majene, Tenda Pengungsi Gempa Sulbar Rusak

Hasrul Nawir - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 20:37 WIB
Majene - Daerah yang menjadi lokasi pengungsian korban gempa, yakni di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, diguyur hujan disertai angin kencang. Hujan disertai angin kencang ini sampai merusak tenda-tenda pengungsi gempa Majene.

"Tadi sore anginnya sangat kencang setelah itu disertai dengan hujan deras, tenda-tenda pengungsi yang terbuat dari terpal banyak yang rusak dan ada pula yang roboh," kata salah seorang relawan asal Kota Parepare, Rahmat, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (17/1/2020).

Para pengungsi gempa Majene yang tenda rusak kemudian berpindah ke tempat yang lebih aman. Rahmat menyebut banyak pengungsi yang masih anak-anak kedinginan.

"Ada yang berlindung di bangunan. Meskipun takut jika terjadi gempa, namun mereka tidak ada pilihan lain karena anak-anaknya kedinginan. Sekarang kondisi angin masih cukup kencang," ungkap Rahmat.

Para pengungsi kini membutuhkan tenda baru. Belum diketahui sampai kapan korban gempa Majene akan mengungsi.

"Tenda-tenda mereka kan rusak, sementara mereka belum tahu sampai kapan akan mengungsi," ucap Rahmat.

Seperti diketahui, Majene merupakan salah satu kabupaten yang terdampak gempa magnitudo (M) 6,2 di Sulawesi Barat. Puluhan orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka akibat gempa M 6,2. Pemerintah juga sudah menetapkan status tanggap darurat atas gempa Sulbar.

"Saat ini pagi telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi," kata Kapusdatinkom BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers di BNPB, Sabtu (16/1/2021).

Hingga saat ini, tercatat 73 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Rinciannya, 9 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 64 orang di Kabupaten Mamuju. (zak/zak)