Menhan: Suaka Politik Warga Papua Rekayasa LSM Asing

Menhan: Suaka Politik Warga Papua Rekayasa LSM Asing

- detikNews
Selasa, 07 Feb 2006 00:52 WIB
Jakarta - Menhan Juwono Sudarsono menilai kasus permintaan suaka politik 43 warga Papua di Australia adalah rekayasa LSM. Menurutnya, banyak LSM di luar negeri yang terus mengangkat isu-isu Papua."Kita berusaha agar ke-43 warga Papua itu kembali ke Indonesia dengan jaminan tidak akan dipersoalkan secara hukum dan politik. Jadi ini kan rekayasa, karena kejadian-kejadian ini akan selalu berulang, karena ini selalu menarik media," jelas Juwono Sudarsono usai acara the Jakarta Correspondent Club di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (6/2/2006).Indikasi rekayasa isu-isu Papua yang selalu dimainkan pihak LSM luar negeri, jelas Juwono, ketika dirinya masih berada di Inggris sebagai duta besar antara tahun 2003-2004. LSM internasional sering mengangkat isu kekebasan beragama dan penyelamatan orang Papua dari tindakan kekerasan pemerintah pusat. Kampanye LSM internasional ini sering dilakukan melalu forum parlemen Eropa dan kongres di Amerika Serikat. "Itu yang paling sering adalah LSM di Kanada dan kelompok gereja di Australia," ujar Juwono. Juwono berharap, proses verifikasi yang saat ini dilakukan pihak Imigrasi Australia terhadap 43 warga Papua bisa dilakukan cepat. Memang pemberian suaka tergantung Imigrasi di Australia, mana yang berhak tinggal atau yang akan dipulangkan. Ditambahkan Juwono, orang lari ke negara lain itu juga terjadi di mana-mana demi mencari hidup yang lebih baik di tempat lain. "Masa kita paksa-paksa tinggal. Tugas kita membangun Indonesia untuk lebih adil. Kalu ada orang yang ingin hidup di negara orang, kayak atau miskin, itu hak dia juga kan," katanya. Pemerintah sendiri menurut Juwono, akan menyelesaikan masalah-masalah di Papua secara demokratis. Tidak hanya di Papua, termasuk Aceh akan diselesaikan secara demokratis dan damai. Namun tentunya penyelesaian tidak bertumpu pada cara-cara polisi atau militer."Karena jangka panjang bertahannya kedua provinsi itu adalah masalah kepemimpinan politik. Jadi, mari kita kembangkan kemampuan politik," tegas Juwono. Juwono juga berharap, tugas ini dijalankan oleh partai politik, supaya benar-benar menggalang dan merangkul elemen di Papua dan Aceh. Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat di kedua wilayah ini merasa bagian dari arus utama Indonesia, bukan dianggap orang pinggiran. (zal/)


Berita Terkait