Operasi Robot Bawah Laut BPPT untuk Cari CVR SJ182 Berakhir Malam Ini

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 23:25 WIB
Proses evakuasi jenazah korban Sriwijaya Air SJ182 terus dilakukan. Nantinya kantong jenazah korban akan diserahkan ke Tim DVI untuk diidentifikasi.
Foto: JICT (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Robot bawah laut (ROV) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan mengakhiri proses pencarian CVR (Cockpit Voice Recorder) Sriwijaya Air SJ182 malam ini. Hal ini sesuai dengan operasi yang sejak awal direncanakan sampai 8 hari.

"Kami dari Baruna Jaya IV BPPT, besok adalah hari operasi kita yang terakhir sesuai dengan yang diinstruksikan, kami juga belum tahu apakah upaya kami dalam ikut dalam upaya pencarian SJ182 ini masih dilanjutkan atau tidak, namun belum ada instruksi lanjut," kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, Djoko Nugroho di atas Kapal Riset Baruna Jaya IV, Sabtu (16/1/2021).

"Namun kami untuk malam terakhir kita, sesuai dengan yang dijadwalkan 8 hari operasi dari instruksi bapak Kepala BPPT, kami akan mengupayakan terakhir ROV di seputaran utara dan barat dari FDR (Flight Data Recorder)," imbuhnya.

Djoko menerangkan untuk operasi malam terakhir ini, pihaknya masih tetap fokus mencari CVR Sriwijaya Air SJ182 dengan alat robot bawah laut tersebut. Pihaknya akan mencari di sekitar utara dan barat lokasi FDR yang telah lebih dulu ditemukan.

"Insyaallah ini bagian upaya kami terakhir untuk mencoba secara visual dengan menggunakan ROV untuk pencarian CVR yang kita harapkan bisa ditemukan itu, tapi kami mencoba mencari lagi bagian dari upaya kami untuk yang terakhir kalinya untuk mencari sekitar utara dan barat dari posisi FDR yang telah ditemukan juga," tuturnya.

Djoko tak menampik bahwa pencarian CVR Sriwijaya Air SJ182 ini diibaratkan seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Perekam suara ini, kata Djoko, memang menjadi prioritas utama dan terpenting yang harus ditemukan.

"Jadi memang dengan beacon yang sudah terlepas dari tubuh CVR itu sendiri seperti halnya kemarin saya sudah menyampaikan kalau kemarin itu bagaikan jarum di dalam tumpukan jerami, saya pikir ini adalah jarum emas ya di dalam tumpukan jerami, karena memang ternyata CVR itu bagian yang sangat penting ya, memverifikasi antara rekaman suara di cockpit dan juga FDR nya itu sendiri data FDR itu sendiri," katanya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2