3 Debitor Datangi Istana Kepresidenan
Senin, 06 Feb 2006 19:41 WIB
Jakarta - Ada yang tidak biasa terjadi di Istana Kepresidenan. Presiden SBY kedatangan tamu, 3 debitor yang diajak oleh Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Informasi yang beredar, tiga orang ini akan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melunasi utangnya.Siapa saja tiga debitor kakap ini? Masih misterius. Hanya sebelum tiga debitor ini tiba di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, beredar SMS di kalangan wartawan. Tulisan SMS tersebut adalah, "Kapolri bersama 3 bankir PKPS (penyelesaian kewajiban pemegang saham-red) BLBI akan bertemu RI 1".Tak lama setelah SMS beredar, sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (6/2/2006) muncul Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Wartawan segera mencegat dan menanyakan soal rencana kedatangannya bersama debitor BLBI. Kapolri pun menjawab singkat. "Nyusul, itu ada di belakang," katanya sambil menjanjikan akan memberikan penjelasan setelah bertemu SBY.Tak lama kemudian 3 orang warga keturunan Tionghoa menyusul. Mereka datang bersama dengan Wakabareskrim Irjen Pol Gorries Mere dan Wakil Direktur II Bidang Ekonomi Bareskrim Mabes Polri Kombes Benny Mamoto. Hanya wartawan tidak bisa memastikan nama 3 orang ini. Gorries Mere tidak bersedia memberikan keterangan apa pun.Sementara Presiden SBY tengah mengadakan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Ketua Timtas Tipikor Hendarman Supanji, Ketua KPK Tafiequrrahman Ruki, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dan Menkum HAM Hamid Awaluddin. Agenda pertemuan membahas kemajuan pemberantasan korupsi. Yang jelas, kedatangan ketiga pengusaha ini cukup misterius. Tak ada yang mau memberikan komentar soal kedatangan mereka. Bahkan para pejabat kepolisian bungkam. Dua orang berusia sekitar 60 tahun dengan mengenakan kemeja batik. Satu orang lagi tampak lebih muda dengan mengenakan pakaian safari warna abu-abu. Saat keluar dari dalam Istana Kepresidenan, mereka hanya bilang "No comment. Tak ada komentar," katanya sambil menyibak kerumuman wartawan yang mengerubutinya.Jawaban yang sama juga datang dari Irjen Pol Gorries Merre. Ia keluar dari Istana Kepresidenan dengan jalan cepat sambil menyangklong tas yang tampak berat. Ketika ditanya wartawan ada keperluan apa, Gorries yang berbaju putih dan mengenakan dasi ini hanya berujar pendek. "Nyerahin berkas," katanya.Saat ditanya nyerahin berkas apa, Gorries Mere tetap diam. Demikian juga saat ditanya di dalam kantor presiden bertemu siapa, Gorries tetap diam saja. "Saya lagi makan permen," kilahnya. Setelah itu, informasi tak juga berhasil digali dari Gorries.Ketika wartawan ingin mencari tahu identitas tiga tamu misterius SBY ini dari Ruang Kaca, yakni tempat semua tamu mengisi buku tamu dan meninggalkan identitas, lagi-lagi tak berhasil didapat.Keterangan dari Paspampres yang jaga, tiga orang yang diduga debitor ini langsung dijemput staf kepresidenan dari dalam, sehingga tidak mengisi buku tamu maupun meninggalkan identitas.Informasi agak jelas belakangan didapat dari Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Sudi membantah jika ada kabar kedatangan tiga debitor tersebut bertemu dengan Presiden SBY. "O tidak-tidak. Jadi tadi barangkali kalau diperlukan. Tapi itu kan masalah teknis. Tidak perlu sampai ke Presiden hal-hal teknis," kata Sudi.Kedatangan tiga bankir tersebut, menurut Sudi, atas upaya-upaya kita bekerja sama dengan pihak internasional dan inisiatif pihak yang bersangkutan, karena waktu itu ada kasus-kasus yang tidak tuntas, bukan karena keinginanya, tetapi ada kendala di bidang lain di sini."Sekarang mereka tahu penegakan hukum telah dilaksanakan dengan benar sehingga mereka berani melanjutkan niat baiknya uintuk menyelesaikan. Itu yang harus kita respon," tandas Sudi.
(jon/)











































