Round-Up

Sempat Tutupi Hasil Positif Corona Bikin Kritik ke Habib Rizieq Mencuat

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 05:03 WIB
Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan. Setiba di Polda Metro Jaya, ia sempat mengacungkan jempol.
Habib Rizieq Shihab. (Foto: Ari Saputra)

PAN: Ada di UU Kalau Negara Minta Harus Dibuka

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa jika negara meminta, maka data hasil pemeriksaan virus Corona harus dibuka.

"Ya jadi karena ini masa pandemi, ada pasal-pasal di UU lain yang memang meminta orang-orang untuk membuka, kalau negara minta dibuka, maka harus dibuka data itu, jadi untuk kepentingan lebih besar, bukan kepentingan orang per orang tapi kepentingan masyarakat," ucap Saleh saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Menurut Saleh, dalam situasi tidak pandemi, keputusan Habib Rizieq merahasiakan data kesehatannya diperbolehkan. Namun, kata dia, jika situasi pandemi, maka data pasien harus diungkapkan ke publik.

"Dalam aturan UU yang ada sebetulnya memang dalam situasi normal atau situasi bukan pandemi memang ada namanya hak kerahasiaan pasien, data pasien itu tidak boleh dipublikasikan ke luar. Itu bagian dari hak privasi yang harus dilindungi, karena itu adalah hak pasien untuk tidak mau sebut kalau mengidap penyakit tertentu," terang Saleh.

PKB: Usut Tuntas Kebohongan Rizieq!

Politisi PKB Luqman Hakim menilai tindakan Habib Rizieq membahayakan keselamatan orang lain.

"Pasien memiliki hak untuk merahasiakan medical record-nya. Dan ini dilindungi UU. Tapi, jika seseorang menyatakan dirinya sehat, sedangkan menurut medic terbukti terjangkit penyakit yang dapat menular pada orang lain, maka ia melanggar hukum, yakni dengan sengaja membahayakan keselamatan orang lain," kata Luqman kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Luqman PKB meminta polisi mengusut tuntas apa yang disebutnya kebohongan yang dilakukan Habib Rizieq itu. Dia berharap tindakan ini tidak dicontoh oleh para tokoh publik lain.

"Karena itu, saya minta kepada polisi agar kebohongan yang dilakukan Muhammad Rizieq Shihab ini diusut tuntas menurut aturan hukum yang berlaku," ucapnya.

"Saya berharap siapa pun, apalagi tokoh publik, apabila secara medic dinyatakan terpapar COVID-19, lebih baik menjelaskan terbuka ke masyarakat. COVID-19 ini bukan aib yang harus disembunyikan," lanjut Luqman.

Luqman PKB kemudian mencontohkan sikap Nabi Muhammad yang selalu peduli dengan keselamatan orang lain.

Penjelasan Pengacara soal Rizieq Positif Corona tapi Ngaku Sehat

Kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, menjelaskan bahwa kliennya tetap mentaati aturan isolasi walau tak mengungkap hasil swab.

"Tidak semua apa yang jadi privasi keluarga harus diinformasikan ke publik, atau pemerintah harus tahu," kata Sugito saat dimintai konfirmasi terkait alasan Habib Rizieq tidak ungkap hasil swab test, Kamis (14/1/2021).

Sugito mengatakan Habib Rizieq tetap menjalankan aturan pemerintah bagi pasien yang positif Corona. Dia mengatakan saat itu Habib Rizieq tetap menjalani isolasi mandiri.

Dia mengatakan Habib Rizieq juga merasa yakin dengan tim kesehatan yang selama ini merawatnya. Dia pun heran mengapa hanya Habib Rizieq yang terkesan dipaksa untuk menunjukkan hasil tes swab.

"Habib Rizieq juga kan selama ini untuk urusan kesehatan di-backup oleh tim MerC kan, kok hanya Habib Rizieq sih, kenapa hanya Habib Rizieq? Karena selama ini Habib Rizieq terlalu oposan terhadap pemerintah?" ujarnya.

Tak hanya itu, Habib Rizieq selama ini juga disebut sudah siap menanggung risiko soal tidak mengungkap hasil tes swab. Habib Rizieq, sebut Sugito, paham harus menjaga kesehatannya setelah menerima hasil swab test tersebut.

Halaman

(aan/idn)