Tumpukan Sampah di Pekanbaru Masuk Ranah Hukum, Polisi Mulai Penyelidikan

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 17:38 WIB
Tumpukan sampah tercecer di Pasar Pagi Arengka Kota Pekanbaru, Riau. Sampah ini menimbulkan bau tidak sedap dan meresahkan masyarakat.
Tumpukan sampah yang berserakan di Pekanbaru, Riau (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Masalah tumpukan sampah yang tak terangkut di Pekanbaru, Riau, masuk ke ranah hukum. Polda Riau turun tangan menyelidiki siapa pihak yang bertanggung jawab atas tumpukan sampah.

"Kita dari Polda akan menelusuri mengapa sampah-sampah ini tak terangkut. Itu yang kemudian kita lakukan penyelidikan," kata Kapolda Riau Irjen Agung saat menggelar bakti sosial mengangkut sampah di Jalan Cempaka, Jumat (15/1/2021).

Agung mengatakan pihaknya telah memeriksa 13 orang saksi terkait tumpukan sampah di Pekanbaru. Mereka terdiri atas masyarakat, pengamat lingkungan, hingga pakar hukum pidana.

"Kita sudah periksa ada 13 saksi, baik itu masyarakat, ahli lingkungan, dan bidang pidana. Ada beberapa pendapat sedang kami dalami," katanya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab atas persoalan sampah di Pekanbaru. Apalagi tumpukan sampah sudah terjadi sejak 2 pekan lalu.

"Tentu kami akan proses ini dalam proses penyelidikan. Minta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab," katanya.

Sementara itu, dosen hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Riau, Erdiansyah, menilai ada dugaan kelalaian terkait persoalan tumpukan sampah di Pekanbaru. Dia menilai ada yang dugaan kesengajaan sehingga sampah bertumpuk.

"Kalau putus kontrak, seharusnya sebulan atau 2 bulan sudah disiapkan. Kalau tidak, artinya ada pembiaran. Kalau pembiaran, artinya ada kesengajaan dari pemerintah," kata Erdiansyah.

Sebelumnya, tumpukan sampah di Pekanbaru, Riau, yang berserakan sejak awal 2021 mulai membusuk hingga berulat. Pemkot Pekanbaru meminta masyarakat bersabar.

"Mohon masyarakat bersabar. Kami sudah koordinasi dengan seluruh OPD, camat, dan lurah untuk selesaikan sampai prosesnya selesai. Termasuk kemarin dibantu sama TNI, Polri, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pekanbaru Azhar kepada wartawan, Senin (11/1).

Dia mengatakan sampah di Pekanbaru bertumpuk karena ada transisi kontrak pihak ketiga untuk mengangkut sampah. Dia mengatakan lelang belum tuntas.

(ras/haf)