Tangis Sesenggukan Yusuf Mansur Saat Doa Bersama Virtual untuk Syekh Ali Jaber

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 15:37 WIB
Screenshot YouTube acara doa bersama Syekh Ali Jaber
Foto: Screenshot YouTube acara doa bersama Syekh Ali Jaber
Jakarta -

Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis kemarin. Meninggalnya Syekh Ali Jaber menjadi kabar duka bagi masyarakat.

Sejumlah ulama dan artis juga menggelar doa bersama secara virtual. Dilihat detikcom di YouTube Channel Hijrahfest Official, Jumat (15/1/2021), hadir dalam acara doa bersama itu Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Abdul Somad, Aa Gym, dan beberapa dai lain.

Selain itu, ada artis yang bergabung dalam doa tersebut, seperti Arie Untung, Dude Harlino, serta artis lainnya yang tergabung dalam kajian Musawarah. Selain itu, hadir adik almarhum, Syekh Muhammad.

Dalam acara itu, Ustaz Abdul Somad menceritakan kenangan Syekh Ali Jaber selama hidup. Menurutnya, Syekh Ali Jaber merupakan sosok yang berakhlak tinggi.

"Kita tahu latar belakang pendidikan beliau di Madinah, mazhab cenderung Imam Hambali. Tapi, ketika sampai di Indonesia, beliau banyak menjawab fatwa-fatwa sesuai Mazhab Syafi'i. Kemudian, ketika salat dengan beliau, beliau membaca bismillah jahr, dia menempatkan sebagai diri untuk semua mazhab. Poin kedua, beliau sangat berakhlak, beliau banyak sekali khazanah warisan, tidak bentuk tertulis, tapi dirasakan," kata Abdul Somad.

Dalam acara tersebut, Ustaz Yusuf Mansur juga menyampaikan kenangannya saat awal pertama bertemu dengan Syekh Ali Jaber. Selain itu, Yusuf Mansur merasa terhormat ketika Syekh Ali Jaber menyebut Ponpes Tahfizh Daarul Quran merupakan rumahnya.

"Saya speechless, kemudian Syekh Muhammad dan keluarga ketika Daarul Quran adalah rumah beliau (Syekh Ali Jaber), Daarul Quran adalah awal dari beliau kemudian dakwah di Indonesia," kata Yusuf.

Sambil menangis, Yusuf mengatakan dimakamkannya Syekh Ali Jaber di Daarul Quran menjadi pengingat kepada dirinya agar terus berjuang dalam berdakwah sesuai ajaran Al-Qur'an.

"Jadi rasa terhormat, ya Allah, mungkin ini cara Allah ingatkan saya untuk terus berada di track Quran, karena Allah tanam pengingat dakwah Quran langsung di Daarul Quran, jadi kayak Allah bilang, 'Suf, Aku taruh nih Ali di sini, supaya kamu nggak pernah berubah, supaya kamu ingat terus, supaya kamu bisa berdampingan walaupun beliau sudah di alam kubur, spiritnya, cita-citanya'," kata Yusuf.

Air mata Yusuf kembali tumpah ketika menceritakan saat melihat wajah jenazah Syekh Ali Jaber. Beberapa kali air matanya diusap dengan tisu. Menurutnya, wajah jenazah Syekh Ali Jaber tersenyum manis.

"Itu senyumnya, senyum banget, bersih mukanya, senyumnya kayak orang ketemu... apa gitu. Senyumnya nggak bisa dilupakan. Saya minta sama Allah, 'Ya Allah, saya minta senyum kayak gini. Apa sih yang dilihat sama Syekh Ali, ya Allah. Apakah Engkau mengirimkan Rasul sesuai janji-Mu?' Allah janjikan, itu orang yang baik bakal dijemput nabinya, Quran akan menjelma menjadi makhluk yang manis," kata Yusuf dengan suara sesenggukan.

Diketahui, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis (14/1). Syekh Ali Jaber dimakamkan di Ponpes Tahfizh Daarul Quran, Tangerang.

(man/tor)