Habib Rizieq Ajak Setop Gaduh, Politikus PDIP: Jangan Hanya Siasat Pendek

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 04:41 WIB
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno (Tsarina Maharani/detikcom)
Foto: Hendrawan Supratikno (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta -

Habib Rizieq Syihab memberi pesan untuk berhenti buat gaduh dan membangun kedamaian ketika dibawa menuju rutan Bareskrim Polri. Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno berharap ajakan Habib Rizieq itu bisa dilakukan oleh para pengikutnya.

"Tentu kita sambut gembira pernyataan sejuk tersebut. Tugas besar masih menunggu, yaitu bagaimana HRS dapat membawa para pengikutnya untuk melakukan 'perubahan perilaku' sesuai dengan pernyataan tersebut," kata Hendrawan saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Hendrawan mengatakan pernyataan itu harus disosialisasikan, dihayati hingga dipraktekkan secara nyata dalam kehidupan bernegara. Dia mengapresiasi tekad Habib Rizieq untuk revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak.

"Tentu pernyataan tersebut harus disosialisasikan, dihayati dan dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita apresiasi tekad HRS untuk melakukan revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak," ucapnya.

Hendrawan berharap pesan Habib Rizieq ini sebagai bentuk pencerahan dirinya selama ini. Dia juga mengharapkan agar pesan tersebut bukan siasat jangka pendek yang dilakukan Habib Rizieq.

"Jangan sampai pernyataan tersebut hanya merupakan siasat jangka pendek, dan bukan menjadi basis eksistensi dan esensi organisasi yang dipimpinnya. Mudah-mudahan apa yang disampaikan merupakan pencerahan sebagai hasil refleksi dan mawas diri yang tuntas," ujarnya.

Seperti diketahui, tersangka kasus penghasutan dan kerumunan Habib Rizieq Shihab tiba di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri. Habib Rizieq sempat berpesan untuk membangun kedamaian.

"Alhamdulillah, santai saja. Setop kegaduhan, bangun kedamaian. Saya tetap komitmen revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak. Revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyampaikan pemindahan itu dilakukan agar memudahkan tim penyidik mengurus pemberkasan kasus yang melibatkan Habib Rizieq. Selain itu, lanjut Andi, rutan Polda Metro Jaya sudah cukup padat.

"Pertimbangannya, tahanan di PMJ terlalu padat, sekaligus untuk memudahkan penyidik Bareskrim dalam pemberkasan kasusnya," ujarnya.

(maa/zak)