Tumbuhkan Iklim Riset di Perguruan Tinggi, Kemenristek Gandeng YPTI

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 16:42 WIB
Tumbuhkan Iklim Riset di Perguruan Tinggi, Kemenristek Gandeng YPTI
Foto: Dok. Kemenristek
Jakarta -

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Kemenristek/BRIN bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia (YPTI) sebagai badan penyelenggara Institut Teknologi Indonesia (ITI) untuk mendorong iklim penelitian lewat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh kedua belah pihak.

Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro, perguruan tinggi yang mampu menjawab relevansi kebutuhan masyarakat adalah perguruan tinggi yang terbiasa menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri. Hal ini agar ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai oleh perguruan tinggi dapat mengejar perkembangan dunia usaha dan industri saat ini.

"Untuk bisa mengejar dan selalu update maka kerja sama dengan lembaga penelitian itu menjadi suatu keharusan. Karena dengan membangun iklim penelitian di dalam kampus dan berkorelasi dengan dunia penelitian di luar, maka diharapkan penguasaan IPTEK akan selalu advance dengan apa yang menjadi perkembangan terakhir, paling tidak secara nasional ataupun global," terang Bambang dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).

Selain mengandalkan sumber daya internal di ITI, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga pendidikan, Bambang mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan dari segi SDM melalui kerja sama penelitian ataupun dari fasilitas penelitian itu sendiri, seperti laboratorium dan sejenisnya.

"Kebetulan ITI ada kawasan Puspiptek, maka salah satu esensi dari MoU ini adalah memudahkan akses mahasiswa, dosen dan peneliti di ITI untuk bisa memperguna fasilitas penelitian yang ada di lingkungan Puspiptek. Saya ingin melihat sinergi antara dunia pendidikan dan penelitian semakin kuat," jelasnya.

Bambang berharap dengan adanya MoU ini dapat mendorong ITI menjadi lebih baik dan menjadikannya unggul dalam hal riset, inovasi, serta teknologi dibanding perguruan tinggi swasta lainnya.

"Kami di Kemenristek/BRIN juga akan bangga kalau perguruan yang bekerja sama dengan kami, mempunyai reputasi yang unggul dan sesuai dengan tugas dan fungsi kami di bidang riset dan inovasi. Serta harapannya MoU ini bisa ditindaklanjuti dengan real action yang segera terlihat," tutur Bambang.

Lebih lanjut Plt. Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito menjelaskan seputar ruang lingkup MoU ini, yang meliputi percepatan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong transformasi Institut Teknologi Indonesia sehingga dapat menjadi perguruan tinggi terkemuka di bidang riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Dengan fasilitas-fasilitas yang sudah lengkap ini upaya bagaimana kita mendapatkan SDM yang unggul, saya kira ini adalah bentuk sinergi yang sangat kuat antara Kemenristek/BRIN dan ITI sebagai perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini harapannya memberikan dampak dukungan secara langsung," ujar Mego.

Di sisi lain, Rektor ITI Marzan A Iskandar menyambut baik nota kesepahaman ini. Marzan menyebut, dukungan dari Kemenristek/BRIN dan LPNK di bawahnya akan menjadikan ITI perguruan tinggi yang unggul.

Sementara itu, menurut Ketua Pengurus YPTI Mas Wigrantoro Roes Setiadi, penandatanganan MoU ini menjadi kekuatan bagi ITI dalam menghadapi beragam tantangan di masa yang akan datang.

"Penandatanganan MoU ini akan menjadi landmark bagi ITI, kami percaya konsistensi ini menjadi kekuatan menghadapi tantangan ke depan," tuturnya.

Sebagai informasi, acara penandatanganan MoU turut dihadiri Plt. Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito, Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN Jumain Appe, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristek/BRIN Heri Hermansyah, Rektor Institut Teknologi Indonesiai Marzan A Iskandar, Ketua Pengurus Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia Mas Wigrantoro Roes Setiadi, serta pimpinan Kepala LPNK di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN yang hadir secara virtual.

(akn/ega)