Terima Laporan Cuitan SBY-AHY Bodoh, Polisi Kaji Ada-Tidaknya Unsur Pidana

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 15:53 WIB
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (Ahmad Arfah-detikcom)
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin, mengatakan pihaknya bakal profesional dalam memproses laporan terkait cuitan Guru Besar USU, Prof Yusuf Leonard Henuk, yang menyebut SBY dan AHY bodoh. Saat ini polisi masih mengkaji ada-tidaknya unsur pidana di laporan itu.

"Kan semua yang berkaitan dengan laporan, hal yang dilakukan penyidik adalah melakukan gelar perkara apakah mengandung tindak pidana atau tidak. Setelah mengandung tindak pidana, langkah kedua yang dilakukan oleh penyidik adalah memanggil saksi ahli," kata Martuani di Medan, Kamis (14/1/2021).

Martuani mengatakan pihaknya bisa saja meminta keterangan dari saksi ahli untuk menguatkan ada-tidaknya dugaan pidana dalam laporan itu. Martuani mengatakan pihaknya masih mempelajari kasus tersebut.

"Sampai saat ini penyidik sedang mempelajari kasus tersebut dan saya percaya, penyidik-penyidik saya akan profesional dalam menangani semua perkara atau pengaduan yang dilakukan oleh siapa pun," ujar Martuani.

Sebelumnya, Guru Besar USU Prof Yusuf Leonard Henuk dilaporkan terkait cuitannya di akun Twitter @ProfYLH yang menyebut Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bodoh. Laporan ini bernomor STTLP/75/I/2021/SUMUT/SPKT 'I'. Pelapor mengatakan cuitan Prof Yusuf menghina SBY dan AHY.

"Tadi sore saya laporkan akun Twitter atas nama Profesor Yusuf L Henuk, terus akun Facebook atas nama Profesor Yusuf L Henuk atas unggahan dia yang menyatakan pertama SBY itu bodoh, AHY itu bodoh, terus semua kader dan militan SBY itu bodoh dan penjilat," kata pelapor, Subanto, Rabu (13/1).

"Saya selaku kader Demokrat di kota Medan yang dipimpin Pak Burhanuddin Sitepu merasa keberatan yang disampaikan profesor tadi. Saya anggap itu menghina ketua umum (Partai Demokrat) dan mantan presiden kita yang ke-6," sambungnya.

Simak juga video 'Jejak Cuitan 'Ustaz Maaher': Hina Ulama Berujung Bui':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2