Cerita Mahfud soal Kedekatannya dengan Syekh Ali Jaber dan Sapaan 'Guru-Ayah'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 12:18 WIB
Menkopolhukam Mahfud Md terima kunjungan Syekh Ali Jaber (Sachril Agustin/detikcom)
Menkopolhukam Mahfud Md terima kunjungan Syekh Ali Jaber. (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Mahfud pun mengenang sapaan 'guru' atau 'ayah' yang kerap dilontarkan Syekh Ali Jabar.

"Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syech Ali Jaber wafat hari ini. Beliau menjadi penyambung aspirasi antara ummat dan Pemerintah. Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati beliau memanggil saya 'Guru' atau 'Ayah'," cuit Mahfud di akun Twitternya, Kamis (14/1/2021).

Mahfud juga bercerita, sebelum terpapar COVID-19, Syekh Ali Jaber menyambangi kediaman eks Ketua MK itu dan menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, hingga parfum khas aroma Ka'bah.

"Guru, saya mau mencetak sejuta penghafal Qur'an. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul, mohon dukungan proses perizinan," tulis Mahfud mengulang perkataan Syekh Ali Jaber.

Mahfud lalu bercerita saat dirinya yang berkunjung ke kediaman Syekh Ali Jabber. Mahfud menceritakan soal kudapan yang dihidangkan.

"Kalau ke rumah Syech Ali Jaber saya diajak makan Nasi Bukhori (kebuli khas Arab) dan duren. Kalau beliau ke rumah saya maka saya pesankan menu yang sama (minus duren) dari restoran Aljazeera. Beliau juga pernah mengajak ayah dan adik kandungnya ke rmh saya yg, katanya, ingin kenal dgn saya juga," kata Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud mengatakan Indonesia kehilangan Syekh Ali Jaber, sosok penceramah yang membawa kesejukan dan kedamaian.

Syekh Ali Jaber juga mengatakan Mahfud kritis terhadap pemerintah. Namun kritik itu, menurutnya, disampaikan dengan baik dalam bingkai keagamaan dan solutif.

"Beliau kritis kepada siapa pun, termasuk kepada pemerintah, tetapi selalu disampaikan dengan baik dan solutif dalam bingkai keagamaan," ujarnya.

"Beliau sering datang langsung kepada saya untuk menyampaikan saran dan nasihat. Semoga husnul khatimah, semoga mendapat surga-Nya," tutur Mahfud.

Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam kondisi negatif Corona. Sebelum meninggal, Syekh Ali Jaber sempat dirawat di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta, selama 19 hari.

(idn/fjp)