Round-Up

Buntut Panjang Cuitan Profesor USU Sebut SBY-AHY Bodoh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 06:23 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Agung Pambudhy)

Buntutnya, USU bakal memanggil Prof Yusuf Leonard Henuk terkait cuitan di akun Twitter @ProfYLH yang menyebut Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bodoh. USU ingin meminta penjelasan dari Yusuf.
"Pimpinan USU akan segera memanggil bersangkutan untuk dimintai keterangan dan klarifikasi," kata Kepala Humas dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, saat dimintai konfirmasi, Rabu.

Tak lama berselang, Prof Yusuf Leonard Henuk, dilaporkan terkait cuitannya di akun Twitter @ProfYLH yang menyebut Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bodoh. Prof Yusuf dilaporkan ke Polda Sumut.

"Tadi sore saya laporkan akun Twitter atas nama Profesor Yusuf L Henuk, terus akun Facebook atas nama Profesor Yusuf L Henuk atas unggahan dia yang menyatakan pertama SBY itu bodoh, AHY itu bodoh, terus semua kader dan militan SBY itu bodoh dan penjilat," kata pelapor, Subanto, saat dihubungi, Rabu.

Laporan ini bernomor STTLP/75/I/2021/SUMUT/SPKT 'I'. Subanto mengatakan membuat laporan karena menilai cuitan Prof Yusuf menghina SBY dan AHY.

Usai dilaporkan, Prof Yusuf Leonard Henuk menjelaskan alasan dirinya menulis SBY dan AHY bodoh. Dia menyebut seharusnya SBY-AHY menanggapi cuitannya secara langsung.
Yusuf awalnya bicara soal penyebab dirinya menuliskan cuitan tersebut. Dia menyinggung soal berita yang berisi ucapan SBY terkait vaksinasi Corona.

"Saya tidak setuju itu. Seolah-olah dia buat begitu berpikir nanti ada masalah besar," ucap Yusuf.

"Dunia lagi susah tentang ini COVID, dia dukung lah. Harus, karena semua, dunia lagi kena COVID, kecuali Indonesia saja yang salah," ucapnya.Dia mengatakan SBY seharusnya mendukung pemerintah menuntaskan pandemi Corona. Menurutnya, dunia sedang berjuang menghadapi pandemi Corona.

"Saya kan orang NTT, budaya kami beda, karakter kami omong ini buka-buka saja," sambung Yusuf.


(gbr/man)