Round-Up

Tolak Kembalikan Mobil Dinas Bikin Eks Ketua DPRD Wajo Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 22:04 WIB
Bupati Wajo Amran Mahmud melaporkan ke polisi mantan Ketua DPRD Wajo periode 2009 Andi Asriadi (Hermawan/detikcom).
Wakil Bupati Wajo Amran melaporkan ke polisi mantan Ketua DPRD Wajo periode 2009 Andi Asriadi. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), periode 2009-2014, Andi Asriadi dilaporkan ke polisi oleh Pemkab Wajo karena enggan mengembalikan mobil dinas yang telah dipakainya. Padahal, mobil dinas itu telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Andi dilaporkan pagi tadi, Rabu (13/1/2021), oleh Wakil Bupati Wajo H Amran di Ditreskrimsus Polda Sulsel. Amran, yang juga ketua tim hukum yang melaporkan kasus ini, menyebut laporan pihaknya atas saran dari KPK.

"KPK menyarankan seperti itu (melapor ke polisi)," kata Amran saat ditemui di Mapolda Sulsel pagi tadi.

Amran menjelaskan kasus ini bermula saat mobil dinas yang tidak dikembalikan Andi usai jabatannya selesai menjadi temuan oleh BPK. Pemkab Wajo lantas diminta untuk menarik aset negara berupa mobil Toyota Fortuner itu ke Andi.

"Itu kan barang menjadi temuan di BPK untuk dikembalikan mobil dinas itu sebenarnya. Tapi saya sebagai ketua tindak lanjut, saya yang ditekan sama BPK (untuk bertindak)," jelas Amran.

Awalnya, Pemkab Wajo berupaya membujuk secara persuasif kepada Andi agar mengembalikan mobil dinas tersebut. Namun Andi tak kunjung mengembalikan mobil tersebut hingga kini.

"Sudah kami lakukan secara persuasif dan humanis kepada beliau tapi tak ada respons," kata Amran kepada detikcom, Rabu (13/1).

Apa saja langkah persuasif yang telah ditempuh tersebut? Simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3