Guru Besar USU Prof Yusuf Leonard Jelaskan Alasan Cuit SBY-AHY Bodoh

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 20:50 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun di JCC, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
SBY (Agung Pambudhy/detikcom)
Medan -

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf Leonard Henuk, menjelaskan alasan dirinya menulis Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bodoh. Dia menyebut seharusnya SBY-AHY menanggapi cuitannya secara langsung.

Yusuf awalnya bicara soal penyebab dirinya menuliskan cuitan tersebut. Dia menyinggung soal berita yang berisi ucapan SBY terkait vaksinasi Corona.

"Saya tidak setuju itu. Seolah-olah dia buat begitu berpikir nanti ada masalah besar," ucap Yusuf, Rabu (13/1/2021).

Dia mengatakan SBY seharusnya mendukung pemerintah menuntaskan pandemi Corona. Menurutnya, dunia sedang berjuang menghadapi pandemi Corona.

"Dunia lagi susah tentang ini COVID, dia dukung lah. Harus, karena semua, dunia lagi kena COVID, kecuali Indonesia saja yang salah," ucapnya.

"Saya kan orang NTT, budaya kami beda, karakter kami omong ini buka-buka saja," sambung Yusuf.

Dia kemudian juga menjelaskan soal sebutan SBY sebagai 'bapak mangkrak'. Dia mengatakan ucapannya itu didasarkan pada berita yang berisi omongan politikus PDIP tentang proyek mangkrak masa SBY.

"Referensi saya ke situ, salah di mana? Kenapa PDIP bicara kamu tidak mengamuk, kemudian saya bicara kamu mulai? Hambalang sudah benar?" ucapnya.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menjadi Ketum Partai Demokrat 2020-2025. Ia menggantikan ayah kandungnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).AHY (Agung Pambudhy/detikcom)

Selain itu, dia menjelaskan alasan menyebut AHY bodoh. Hal itu, katanya, terkait berita yang disebutnya berisi ucapan AHY tentang jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

"Kok pesawat jatuh kok yang disalahkan pemerintah. Kenapa ya? Bagi saya tidak masuk akal," tuturnya.

"Untuk dia langsung saya cari 7 faktor pesawat jatuh. Tidak ada namanya government error," sambung Yusuf.

Simak juga video 'Hina Moeldoko di Facebook, Muhammad Basmi Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2