Ratusan Orang dari LN Tiba di Sumut Diisolasi, Ada yang Positif Corona

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 17:20 WIB
Kadinkes Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan (Datuk Haris Molana-detikcom)
Kadinkes Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Dinas Kesehatan Sumatera Utara mengatakan ada ratusan warga yang diisolasi setelah tiba dari luar negeri. Di antara mereka, ada yang dinyatakan positif Corona.

"Itu sudah berjalan lebih dari seminggu ini ya. Jadi kita begitu mereka masuk kita cek kesehatannya, kita swab semuanya dan diisolasi selama 5 hari sesuai dengan aturan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2021," kata Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, di Medan, Rabu (13/1/2021).

Alwi mengatakan ada sekitar 800 orang yang masuk dari luar negeri ke Sumut. Mayoritas adalah WNI dan beberapa orang merupakan warga negara asing (WNA).

"Saya rasa ada itu ada 800 karena sudah seminggu lebih kan. Rata-rata datangnya itu seratusan," sebut Alwi.

"Tapi WNA-nya dari setiap penerbangan itu sedikit. Paling ada empat sampai lima orang. Paling banyak belasan orang," sambungnya.

Alwi mengatakan, dari ratusan warga yang masuk ke Sumut itu, beberapa di antaranya dinyatakan positif Corona. Mereka masih diisolasi di RS GL Tobing, Tanjung Morawa, Deli Serdang.

"Ada yang positif. Itu kita isolasi di RS GL Tobing. Itu sudah berjalan," sebut Alwi.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memutuskan menutup sementara masuknya warga negara asing ke Indonesia sebagai upaya pencegahan. Bahkan WNA bukan utusan diplomatik dilarang memasuki Indonesia pada 1-14 Januari 2021.

Hal ini dilakukan pemerintah demi melindungi warga Indonesia dari tertular imported case. Bahkan beberapa negara, seperti Australia, Denmark, Italia, Islandia, Belanda, Belgia, Afrika Selatan, dan Singapura, telah melaporkan adanya kasus positif mengandung B117.

Sementara itu, bagi warga negara Indonesia yang kembali dari luar negeri tetap diperkenankan masuk ke Indonesia dengan menyediakan syarat bukti RT PCR hingga menjalani isolasi selama 5 hari. Aturan itu diperpanjang oleh pemerintah Indonesia selama 14 hari setelah masa larangan pertama berakhir.

(haf/haf)