Harapan Keluarga Korban SJ182: Semoga Penerbangan di Indonesia Lebih Baik

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 15:15 WIB
Keluarga Beben Sofyan dan Razanah, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 (Sachril Agustin Berutu/detikcom).
Keluarga Beben Sofyan dan Razanah, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Keluarga dari Beben Sofyan dan Razanah, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, datang ke Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri untuk memberikan antemortem. Beben dan Razanah sejatinya terbang ke Pontianak untuk pulang.

Anak dan adik pasangan suami-istri Beben-Razanah datang ke RS Polri sekitar pukul 12.51 WIB, Rabu (13/1/2021). Mereka berdua datang bersama saudaranya, Dade Gunadi. Ketiganya langsung menuju DVI RS Polri untuk memberikan antemortem. Dade pun menerangkan bahwa kedatangannya ke RS Polri adalah yang kedua kalinya.

"Iya kedatangan kedua (ke DVI). (Saya keluarga dari) Pak Beben Sofyan sama Razanah, istrinya. Suami-istri di shift 16," ujar Dade.

Dade menjelaskan, Beben dan Razanah pergi ke Pontianak dari Jakarta dengan Sriwijaya Air untuk pulang ke Ketapang. Dia menerangkan Beben dan Razanah ingin pulang setelah melakukan kemoterapi.

"Jadi keluarga saya, Bu Razanah itu lagi kemoterapi di Bandung dan pekan depan itu kemo terakhir, kankernya. Dia pulang, memang sudah kita tahan untuk nggak usah pulang, ternyata pengin pulang, pulanglah, dan kejadian," terangnya.

Dia melanjutkan, awalnya keluarga tak menyadari saat pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di Kepulauan Seribu. Keluarga, lanjutnya, tahu Beben dan Razanah menjadi korban jatuhnya Sriwijaya Air ketika dihubungi maskapai.

"Awalnya pas kejadian itu kita cuek, cuek kebiasaan almarhum pakai maskapai yang lain. Cuma pas malam kita dapat dari call center Sriwijaya, kita yakin. Kita dapat manifes, ya sudah ada semua, gitu," katanya.

Black box Sriwijaya Air pun sudah ditemukan. Keluarga korban pun ingin tahu penyebab kecelakaan Sriwijaya Air. "Ya semoga penyebabnya cepat ketahuan. Kita ambil hikmatnya dari kejadian ini. Semoga semua penerbangan di Indonesia lebih baik," tandas dia.

(sab/gbr)