Menag: Vaksin COVID-19 Halal dan Suci, Tak Mengandung Babi

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 14:07 WIB
Yaqut Cholil Qoumas (Biro Pers Setpres)
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Biro Pers Setpres)
Tangerang -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh umat beragama untuk tidak ragu disuntik vaksin COVID-19. Yaqut menjamin vaksin COVID-19 halal dan suci berdasarkan fatwa MUI.

"Saya meminta kepada seluruh umat beragama, seluruh umat beragama, yang sesuai dengan kriteria dan syarat yang ditentukan, agar untuk jangan ragu mengikuti vaksinasi COVID-19 apabila nanti gilirannya sudah tiba. Terutama untuk umat Islam, saya ingin menyampaikan bahwa sudah ada fatwa halal dan suci dari MUI dan disampaikan komisi fatwa MUI," kata Yaqut di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, usai kedatangan 15 juta bahan baku vaksin COVID-19, Selasa (12/1/2021).

Yaqut mengatakan vaksin COVID-19 dari Sinovac tidak mengandung babi atau turunanya. Di samping itu, Yaqut menerangkan vaksin COVID-19 ini tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia dan diproduksi di tempat yang suci.

"Vaksin ini tidak memakan intifa atau intifa babi atau bahan yang tercemar babi atau turunannya. Kedua, tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia," ucap Menag Yaqut.

"Artinya, vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam, selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten," imbuhnya.

Yaqut menerangkan, program vaksinasi COVID-19 adalah upaya pemerintah untuk melindungi keselamatan bangsa dari ancaman kesehatan.

"Kepada seluruh umat beragama WNI, saya ingatkan, bahwa semua agama tanpa terkecuali, mengajarkan kita untuk saling melindungi dan vaksinasi ini bagian upaya menjalankan ajaran agama tersebut," kata Yaqut.

Halaman berikutnya soal fatwa MUI.

Selanjutnya
Halaman
1 2