ICW dan MAKI Nilai Pinangki Seharusnya Dituntut 20 Tahun Penjara

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 13:09 WIB
Pinangki Sirna Malasari kembali mengikuti sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). Sidang menghadirkan 6 orang saksi.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Pinangki Sirna Malasari dituntut hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menilai tuntutan Pinangki itu terlalu ringan. Kenapa?

"Tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa terhadap Pinangki sangat ringan, tidak objektif, dan melukai rasa keadilan. Pertama, saat melakukan tindakan korupsi, Pinangki berstatus sebagai penegak hukum. Terlebih ia merupakan bagian dari Kejaksaan Agung yang notabene menangani langsung perkara Joko S Tjandra. Namun, alih-alih membantu Kejaksaan Agung, Pinangki malah bersekongkol dengan seorang buronan perkara korupsi," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Keterangan Pinangki yang membantah dakwaan jaksa terkait penerimaan USD 500 ribu dari Djoko Tjandra dalam mengupayakan fatwa Mahkamah Agung (MA) seharusnya jadi pemberat Pinangki. ICW menilai seharusnya Pinangki dituntut 20 tahun penjara.

"Dengan pengakuan seperti ini, seharusnya Jaksa tidak lagi menuntut ringan Pinangki. ICW berpandangan semestinya tuntutan yang layak kepada Pinangki adalah hukuman pemidanaan maksimal, yakni 20 tahun penjara," kata Kurnia.

"Untuk itu, ICW mendesak agar majelis hakim dapat mengabaikan tuntutan Jaksa lalu menjatuhkan hukuman berat terhadap Pinangki Sirna Malasari," tambahnya.

Senada dengan Kurnia, Koordinator MAKI Boyamin Saiman juga menyayangkan tuntutan jaksa terhadap Pinangki. Dia berharap majelis hakim nantinya akan menghukum Pinangki 20 tahun lebih dari tuntutan jaksa.

"Saya menyesalkan tuntutan itu, karena itu saya anggap sangat ringan, padahal dia selain didakwa dan dituntut Pasal 5 (tindak pidana korupsi) juga dengan TPPU, mestinya kan 20 tahun hukumannya, inikan Pinangki penegak hukum, jaksa, dan juga uangnya di atas Rp 6 miliar, untuk itu mestinya dituntut 20 tahun," kata Boyamin.

Boyamin juga menduga jaksa memberi tuntutan ke Pinangki karena takut Pinangki buka-bukaan membongkar sejumlah nama pejabat Kejagung. Dia menyebut tuntutan jaksa tidak berdasarkan keadilan.

"Kalau analisa tuntutan 4 tahun dugaan saya karena supaya Pinangki nanti tidak akan membuka yang lebih banyak lagi, jadi ini sebagai upaya Pinangki nggak buka-bukaan, karena kalau dituntut tinggi bisa saja Pinangki akan buka-bukaan bisa menyebut beberapa nama yang lain," tutur Boyamin.

Selanjutnya
Halaman
1 2