Demokrat Berharap Kapolri Baru Jaga Keberagaman dan Nilai Demokrasi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 12:32 WIB
Wakil ketua Komisi III DPR Benny K Harman saat memimpin Pansus RUU Pemilu
Waketum Partai Demokrat Benny K Harman (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Bursa calon Kapolri menguat menjelang masa pensiun Kapolri Jenderal Idham Azis. Partai Demokrat berharap nantinya sosok Kapolri yang baru bisa menjaga keberagaman dan nilai demokrasi.

"Kapolri harus benar-benar tegakkan aturan hukum, menjaga keberagaman dan kemajemukan masyarakat, tidak main hakim sendiri atas nama stabilitas politik, jaga netralitas dalam pemilu dan pilkada, dan menjaga nilai-nilai demokrasi," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Benny berharap calon Kapolri yang terpilih juga memiliki integritas dan berdiri di atas semua kelompok. Dia tidak berharap Kapolri yang nantinya ditunjuk menjadi bagian dan menjalankan kepentingan kelompok tertentu.

"Kapolri yang ditunjuk hendaknya berdiri di atas semua kelompok, golongan, dan kepentingan, tidak menjadi bagian dari agenda politik kekuasaan dari partai yang berkuasa," ujarnya.

Kendati demikian, Benny menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki hak prerogatif untuk mengajukan nama calon Kapolri. Dia hanya berharap pemilihan nama calon Kapolri tidak dipengaruhi pihak lain.

"Presiden punya hak eksklusif untuk mengajukan nama Kapolri ke DPR berdasarkan nama-nama yang diajukan Kompolnas. Harap Presiden tidak dibelenggu kekuatan oligarki dalam menentukan figur Kapolri mendatang," kata Benny.

Dihubungi terpisah, Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Demokrat Didik Mukrianto berharap sosok Kapolri baru memiliki integritas dan rekam jejak yang baik. Ia juga berharap Presiden Jokowi memilih calon Kapolri yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi.

"Kapolri ke depan haruslah sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik, termasuk kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi yang baik, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi sipil di negara hukum yang demokratis seperti Indonesia," kata Didik.

Lebih lanjut Didik juga berharap Kapolri baru harus memiliki komitmen dalam melakukan reformasi secara berkelanjutan di internal institusi Polri. Ia juga mengingatkan agar calon Kapolri yang nantinya ditunjuk mampu memperkuat kerja sama lintas sektoral dengan TNI maupun BIN.

"Calon Kapolri ke depan harus mampu memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektoral antarlembaga, terutama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN), dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis sendiri akan memasuki masa pensiun pada akhir bulan ini. Sejumlah nama pun santer dinilai cocok menjadi calon Kapolri.

Ketua Kompolnas sekaligus Menko Polhukam Mahfud Md juga telah menyampaikan nama-nama calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mahfud mengatakan semua calon Kapolri tersebut merupakan jenderal bintang tiga.

Mahfud pun mengungkap lima nama jenderal bintang tiga yang menjadi kandidat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis. Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono hingga Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Ini lima nama Komjen Pol yang diajukan kepada Presiden oleh Kompolnas untuk dipilih sebagai calon Kapolri: 1) Gatot Edy Pramono; 2) Boy Rafli Amar; 3) Listyo Sigit Prabowo; 4) Arief Sulistyanto; 5) Agus Andrianto. Kelima orang itu dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, jam terbang," ujar Mahfud lewat akun Twitter-nya @mohmahfudmd seperti dilihat detikcom, Jumat (8/1).

(hel/mae)