Sidang Putusan Praperadilan HRS Digelar Besok, Polisi Fokus Cegah Kerumunan

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 17:30 WIB
Sidang praperadilan habib rizieq
Ilustrasi sidang praperadilan Habib Rizieq. (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

Sidang putusan praperadilan Habib Rizieq Shihab (HRS) digelar besok. Sebanyak 900 polisi dikerahkan untuk mengamankan proses sidang.

"Pada intinya kita tetap fokus bagaimana COVID tuh jangan sampai menyebar dalam kegiatan apa pun. Jadi besok diharapkan (sidang keputusan HRS) jangan sampai ada kerumunan. Besok minimal 900-lah," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Aziz Andriansyah kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Selain Polres Jaksel, pengamanan dibantu oleh pihak Polda Metro Jaya. Polisi fokus mencegah terjadinya kerumunan di PN Jaksel.

"Ya selalu di-back-up (Polda) kalau ini. Personel dari Polres Jakarta Selatan sekarang sedikit," tuturnya.

Aziz juga mengimbau semua pihak mengikuti aturan hukum yang berlaku. Ia juga kembali mengingatkan untuk menghindari kerumunan demi menekan laju penyebaran COVID-19.

"Imbauannya pertama ikuti aturan hukum yang berlaku, ikuti proses persidangan yang ada, ikuti proses jalur konstitusi yang ada. Kemudian kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menekan penyebaran COVID-19, makanya hindari adanya kerumunan," tutupnya.

Sidang putusan praperadilan Habib Rizieq akan digelar di PN Jakarta Selatan, Selasa (12/1) besok. Pengacara Habib Rizieq, Djuju Purwantoro berharap hakim mengabulkan gugatan praperadilan.

"Maka pengertiannya atas ceramah yang disampaikan HRS, haruslah ada unsur akibat yang timbul sebagai suatu perbuatan pidana. Menurut kuasa hukum, apakah dalam hal ini, yang disampaikan HRS dimuka umum terdapat unsur hasutan, sehingga timbul peristiwa pidana? Faktanya, dalam kasus pidana yang disangkakan kepada HRS memang tidak ada atau terjadi tindak pidana apapun. Oleh karenanya penetapan tersangka kepada HRS tidak sah, tidak berdasarkan hukum dan harus dibatalkan," sebut Djuju, Sabtu (9/1/2021).

Selanjutnya
Halaman
1 2