Penyelam Gabungan Temukan 2 Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air SJ182

Afzal Nur Iman - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 10:19 WIB
Penyelam gabungan temukan bagian tubuh diduga korban Sriwijaya Air.
Penyelam gabungan temukan bagian tubuh diduga korban Sriwijaya Air. (Afzal Nur Iman/detikcom)
Jakarta -

Tim Penyelam Gabungan menemukan bagian tubuh diduga korban Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Bagian tubuh itu dimasukkan ke kantong oranye, dan diangkat ke KN SAR Wisnu.

detikcom ikut dalam pencarian part dan korban dari pesawat Sriwijaya Air di Kapal KN SAR Wisnu. Berdasarkan laporan Basarnas, dua kantong bagian tubuh itu ditemukan pukul 09.39 WIB, Senin (11/1/2021).

Setelah diangkat ke atas kapal, tim dekontaminasi langsung menyemprotkan kantong itu dengan disinfektan. Penyemprotan itu untuk mensterilkan dari bakteri.

Setelahnya tim Basarnas melakukan pendataan terhadap temuan hari ini. Pencarian kemudian dilanjutkan.

Sebelumnya, Kapal KN SAR Wisnu mengerahkan sekitar 50 penyelam pada pagi ini. Tim penyelam sudah mulai beraktivitas sejak pukul 06.00 WIB.

Mereka mengawali pencarian dengan peregangan otot masing-masing. Selanjutnya, mereka mengecek peralatan yang digunakan untuk penyelaman.

"Jadi yang untuk penemuan hari ini pukul 09.00 WIB itu satu kantong sudah dibawa oleh KN Basudewa, yang kedua itu 09.39 WIB telah ditemukan lagi dua kantong di antaranya ada yang satu kantong ada bagian tubuh. Pukul 09.00 WIB itu dibawa Basudewa ke Dermaga JICT," ujar Koordinator Kapal KN SAR Wisnu, Ikhsan.

Kepala Basarnas Bagus Puruhito mengatakan area pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182 diperlebar hari ini. Konsentrasi pencarian ditekankan pada pengangkatan kotak hitam atau black box pesawat.

Pencarian juga difokuskan pada misi evakuasi korban penumpang Sriwijaya Air. Termasuk secara simultan terus mencari bagian-bagian pesawat yang masih ada kemungkinan ditemukan.

"SAR langsung 24 jam bisa pemantauan atau secara shift, 20 menit lagi akan masuk ke kita sea rider. Kita masih melakukan pencarian hingga malam ini," kata Bagus.

(idn/idn)