Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Waket MPR: Segera Diinvestigasi Penyebabnya

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Minggu, 10 Jan 2021 20:32 WIB
Syarief Hasan
Syarief Hasan (Foto: MPR)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas hilangnya kontak pesawat milik maskapai Sriwijaya Air pada Sabtu (9/1). Ia berharap pesawat ini dapat segera ditemukan oleh tim Search and Rescue (SAR).

"Saya selaku pribadi dan pimpinan MPR RI menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang membawa duka ini. Semoga pesawat Sriwijaya Air segera ditemukan dan keluarga korban diberikan ketabahan serta kesabaran atas kejadian ini," ungkap Syarief dalam keterangannya, Minggu (10/1/2020).

Pesawat dengan nomor penerbangan SJ-182 berangkat dari Jakarta menuju Pontianak. Namun, pihak maskapai Sriwijaya Air menyebutkan pesawat terakhir kali terpantau pada pukul 14.40 WIB. Diperkirakan, pesawat hilang kontak saat berada di sekitaran perairan Kepulauan Seribu. Ia pun mengajak kepada semua pihak untuk memberikan dukungan pencarian pesawat yang jatuh tersebut.

"Kita tentu harus memberikan dukungan kepada tim SAR, TNI, Polri, dan stakeholder lainnya yang tengah bergerak untuk melakukan pencarian," ucapnya.

Ia juga mendorong kepada pihak maskapai dan Kementerian Perhubungan melakukan investigasi untuk memastikan penyebab hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Kejadian ini mesti harus segera diinvestigasi untuk mengetahui penyebabnya sehingga kejadian membawa duka ini tidak terus menerus terulang. Apalagi bukan hanya kali ini saja terjadi kecelakaan pesawat terbang di Indonesia," katanya.

"Kejadian ini harusnya menjadi lampu merah agar kita melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh maskapai penerbangan sebab ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia," tukasnya.

Ia juga mendorong kepada para pihak maskapai penerbangan untuk melakukan pengecekan kelayakan pesawat terbang.

"Kita tentu berharap kepada Sriwijaya Air dan maskapai penerbangan lainnya untuk kembali melakukan pengecekan kelayakan pesawat terbang untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan," tutupnya.

(fhs/ega)