Seperti Apa Kondisi Cuaca Saat Sriwijaya SJ182 Air Jatuh?

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Minggu, 10 Jan 2021 19:48 WIB
Jakarta -

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan tujuan penerbangan Jakarta-Pontianak dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada pukul 14.40 WIB kemarin. Bagaimana kondisi cuaca saat pesawat tersebut mengudara?

Menurut Dosen Meteorologi Sekolah Tinggi Meteorologi Klmatologi dan Geofisika (STMKG) Deni Septiadi, cuaca pada saat itu terdapat awan cumulonimbus dengan radius bentangan awan sekitar 15 Km. Selain itu, suhu puncak awan menyentuh angka -70 derajat Celsius sehingga pesawat yang melewati awan itu pasti mengalami turbulensi.

"Berdasarkan data satelit pada pukul 14.40 WIB di sekitar Cengkareng, terdapat awan cumulonimbus (Cb) dengan radius bentangan awan sekitar 15 km dan suhu puncak awan mencapai -70 °C mengindikasikan labil tinggi dan pesawat pasti mengalami turbulen kuat ketika melewatinya," ujar Deni melalui keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

Deni kemudian memaparkan data observasi dari BMKG Cengkareng yang menunjukan adanya curah hujan intensintas sedang hingga lebat disertai petir. Kondisi tersebut mengganggu jarak pandang meskipun pesawat masih layak take off ataupun landing.

"Data observasi BMKG Cengkareng juga menunjukan curah hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dengan jarak pandang (visibility) yang hanya 2 km meskipun layak untuk take off maupun landing," terangnya.

Deni menjelaskan arah angin di sekitar pesawat hilang dari level permukaan (1000 hpa) persisten dari Barat Laut, kemudian pada ketinggian 3000 m (700 hpa) persisten dari Barat Daya. Dengan demikian, dari sisi angin sebenarnya tidak memiliki indikasi cross wind yang berarti.

Selanjutnya
Halaman
1 2