KPK Tangkap Pihak yang Diduga Bantu Sembunyikan Eks Sekretaris MA Nurhadi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Minggu, 10 Jan 2021 09:39 WIB
Jakarta -

Salah seorang pihak swasta terkait kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Ferdy Yuman ditangkap KPK. Ferdy ditangkap karena diduga ikut membantu menyembunyikan Nurhadi (NHD)

"Ferdy Yuman orang yang membantu penyembunyian NHD dan RH (Rezky Herbiyono, menantu Nurhadi) berhasil ditangkap di Malang, dengan sangkaan Pasal 21 menghalangi penyidikan," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, kepada wartawan, Minggu (10/1/2021).

Nawawi mengatakan Ferdy ditangkap di Malang, Jawa Timur. Kini, Ferdy bersama tim penyidik KPK sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.

"Tim dalam perjalanan darat Malang-Jakarta, sekarang di Semarang," ungkap Nawawi, kepada wartawan lewat pesan elektronik, pukul 09.17 WIB.

Nawawi menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang berusaha menghalangi-halangi penanganan perkara di KPK. Apa yang dilakukan KPK kepada Ferdy, sebut Nawawi, merupakan peringatan.

"Ini warning bagi siapa saja yang melakukan tindakan-tindakan serupa," tegasnya.

Untuk diketahui, Nurhadi sendiri sudah didakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta karena menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama dengan Rezky Herbiyono terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

Selain itu, Hiendra Soenjoto juga merupakan tersangka dalam kasus ini. Hiendra ditetapkan tersangka sebagai penyuap Nurhadi dan Rezky Herbiyono terkait penanganan perkara di sejumlah pengadilan negeri.

(zap/zak)