Round-Up

Stempel Halal MUI untuk Vaksin Corona Sinovac di RI

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 05:45 WIB
Konpers MUI
Foto: Konpers MUI (Afzal/detikcom)

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization bisa keluar sebelum 13 Januari 2021. Penny menyampaikan sejauh ini evaluasi vaksin Sinovac sudah melalui beberapa tahap.

"Dengan adanya rolling submission dengan BPOM, yang bertahap, kan ditemukan keamanan sudah baik, efikasi yang bertahap dilaporkan juga dipantau, sudah kami dapatkan datanya," sebut Penny melalui konferensi pers di kanal YouTube Jumat (8/1).

"Imunogenisitas, netralisasi, itu sudah memberikan keyakinan pada kami sehingga EUA bisa diberikan tanggal 13 Januari 2021," tegasnya.

Penny mengatakan pemantauan kini sudah memasuki tahap akhir. Dengan demikian izin penggunaan darurat diharapkan bisa segera keluar.

Hasil akhir uji vaksin Corona Sinovac di Brasil dan Turki juga disebutnya akan menjadi perhitungan BPOM dalam pengeluaran izin EUA vaksin Sinovac. Seperti diketahui, hasil efektivitas vaksin Sinovac di Brasil mencapai 78 persen, sementara di Turki lebih dari 90 persen.

Saat ditanyai soal kemungkinan EUA tak bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari, BPOM kembali menegaskan keyakinan EUA keluar sebelum jadwal vaksinasi COVID-19.

"Masih bisa dipastikan akan keluar sebelum tanggal 13 Januari," pungkasnya.

Untuk diketahui, sudah ada 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac dalam bentuk jadi yang tiba di Indonesia. Minggu depan, rencananya ada 15 juta bahan baku vaksin yang tiba di Indonesia. Demikian dikatakan Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah. Dari 3 juta dosis vaksin ini, 700 ribu di antaranya sudah dikirim ke daerah-daerah.

"Dua hari lalu telah kita kirim vaksin ke 34 provinsi tahapan pertama baru dikirim 700 ribu ke daerah-daerah. Tapi stok kita akan ada 3 juta baru dikirim ke daerah 700 ribu. Nanti akan dikirim lagi berikutnya akan dikirim lagi berikutnya, insyaallah minggu depan juga akan ada datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk baku bahan baku, bulk, yang akan diproduksi oleh Bio Farma," ujar Jokowi, yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1).

Vaksinasi COVID-19 akan dimulai hari Rabu (13/1) secara serempak di 34 provinsi. Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk tetap patuh akan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.


(knv/rfs)