Megawati Bicara Sampah di Kali Ciliwung: Bertimbun-Timbun, Tak Bisa Gerak

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 09:32 WIB
Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memasuki ruang pelantikan anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (1/10/2019). Sebanyak 575 anggota DPR terpilih dan 136 orang anggota DPD terpilih diambil sumpahnya. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd.
Foto: Megawati Soekarnoputri (Antara Foto/Galih Pradipta)
Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung kawasan Kali Ciliwung, Jakarta. Ia heran Kali Ciliwung dipenuhi banyak sampah.

"Saya ambil tema 'Cinta Ciliwung' bersih. Coba bayangkan mata kita apa nggak burem ya. Coba kemana, kemana rasa kita melihat namanya itu sampah, bertimbun-timbun sampai nggak bisa bergerak lagi. Kok tidak apa ya, tidak apa, saya harus katakan apa ya," kata Megawati saat memberikan kata sambutan dalam acara webinar bersama para penerima penghargaan Kapaltaru, Kamis (7/1/2021).

Megawati mengaku sudah pernah memberikan arahan kepada sejumlah Gubernur DKI Jakarta, yaitu saat kepemimpinan Joko Widodo, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dan Djarot Saiful Hidayat. Ia meminta agar DKI Jakarta, termasuk kawasan Ciliwung bisa bersih dari sampah.

"Coba bayangkan, itu sebetulnya kerjaan siapa ya. Masa kita nggak bisa sih? Saya sudah sampai pernah bicara pada Pak Jokowi, ketika beliau jadi Gubernur, kepada bapak Ahok, kepada Bapak Djarot, saya sampaikan untuk Jakarta yang jadi Ibu Kota Republik kita ini," ucapnya.

Presiden ke-5 RI itu kemudian mencontohkan negara Jepang yang sukses dalam mengurus sampah. Ia berharap Indonesia dapat meneladani negara tersebut.

"Saya bilang, apa kita tidak bisa urusan sampah ini kita contoh Jepang. Jepang. Negara Jepang itu diakui seperti sebuah organisasi sampah yang sukses," ujarnya.

Menurut Megawati, masyarakat Jepang memiliki budaya baik dalam membuang sampah. Masyarakat di Jepang, dikatakannya, sering membawa kantong untuk menampung sampah agar tidak dibuang sembarangan.

"Kenapa? Karena kalau sekarang kita ke Jepang. Terakhir saya ke Jepang, itu saya lihat ibu-ibu selalu bawa kantong. Nah saya lihat apa, jadi satu tas yang lain kantong. Ternyata kalau pemerintah makin dikurangi tempat-tempat sampah di tempat umum, pertanyaan saya, ke mana kah sampah ini dibawa," ungkapnya.

"Ternyata masyarakatnya itu diminta, apa, yang dijadikan sampah makanan apa segala itu pasti dimasukkan ke kantong itu untuk dibawa pulang, mereka sudah bisa membuat sebuah, apa ya, pengorganisasian. Bahwa semua sampah itu berhentinya hanya di rumah," sambungnya.

Simak video 'Megawati Ingin Indonesia Tiru Jepang, Bisa Kelola Sampah dengan Baik':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/zak)