KPK Kembali Sita Uang-Mobil di Kasus Mafia Anggaran Bupati Labura Nonaktif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 20:55 WIB
Penampakan Gedung Baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan
Gedung KPK (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

KPK kembali menyita sejumlah uang dan satu unit mobil dalam perkara korupsi Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) nonaktif Khairuddin Syah Sitorus (KSS). Khairuddin merupakan tersangka kasus mafia anggaran Pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017 dan APBN 2018.

"Tim penyidik KPK dalam perkara ini, kembali melakukan penyitaan barang bukti berupa sejumlah uang yang merupakan pengembalian atas penerimaan dari pihak terkait perkara ini dan 1 unit mobil," kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ali Fikri, kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Ali mengatakan mobil yang disita KPK itu dari hasil perkara korupsi. Mobil itu dipakai untuk keperluan Khairuddin selama di Jakarta.

"Diduga digunakan untuk keperluan tersangka KSS di Jakarta," ucap Ali.

"Pembelian mobil tersebut diduga berasal dari para pihak yang mendapatkan pekerjaan di Pemkab Labura," sambungnya.

Seperti diketahui, KPK juga sebelumnya telah menyita 1 unit mobil dari anak Khairuddin, Erni Arnianti. Mobil sitaan tersebut dititipkan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Sumatera Utara (Sumut).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Khairuddin Syah alias Buyung dan mantan Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono sebagai tersangka dalam pusaran kasus korupsi ini. Terhadap keduanya telah dilakukan penahanan.

Sehari berselang, KPK juga telah menetapkan mantan anggota DPR Fraksi PPP, Irgan Chairul Mahfiz, dan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labura, Agusman Sinaga, sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan pengembangan kasus.

Dalam pusaran korupsi ini, KPK lebih dulu menangkap dan menahan anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), eks Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo, Ahmad Ghiast (kontraktor), anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019 Sukiman, pelaksana tugas dan Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua, Natan Pasomba, hingga Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

(fas/knv)