HNW Apresiasi Rekonsiliasi Arab Saudi dengan Qatar di KTT GCC

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 18:29 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik suksesnya penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang digelar di Provinsi Al-Ula, Arab Saudi. Ia juga menyambut baik keputusan dan langkah strategis yang ditetapkan dalam pernyataan penutup KTT tersebut.

Salah satunya mengenai rekonsiliasi hubungan diplomatik antara Arab Saudi dengan negara-negara anggota lainnya, khususnya Qatar. Ucapan selamat ia berikan kepada Raja Arab Saudi dan Emir Qatar.

"Kami ucapkan selamat kepada Khadimul Haramain Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Alu Su'ud, dan juga Yang Mulia Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani atas terjadinya rekonsiliasi dan islah, serta kebijakan produktif yang disepakati demi menyongsong masa depan yang lebih baik, menuju kemajuan yang lebih berarti, bagi seluruh negara di kawasan Teluk serta negara-negara sahabatnya di seluruh dunia," ungkap HNW dalam keterangannya, Kamis (7/1/2021).

HNW juga memberi apresiasi kepada Kuwait yang berperan sebagai mediator dalam mendamaikan konflik diplomatik di Teluk sehingga tercapai rekonsiliasi melalui KTT yang berjalan lancar. Menurutnya legacy berharga dari Emir Kuwait terdahulu, Almarhum Syaikh Sabah Ahmad Al-Sabah ternyata dapat dilanjutkan dengan baik di tangan Emir Kuwait yang baru, Nawaf bin Ahmad Al-Sabah.

Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II ini menegaskan rakyat Indonesia senantiasa mengharapkan kondisi Kawasan Teluk yang stabil, aman, dan berdaulat. Ia juga berharap hubungan Indonesia dari tingkat parlemen, pemerintah, hingga rakyatnya dengan negara Kawasan Teluk selalu terjalin dengan baik.

"Kami rakyat Indonesia selalu memperhatikan perkembangan di kawasan Teluk, kami bersyukur, juga merasa lega atas hasil KTT yang berlangsung baru-baru ini dan hadirkan rekonsiliasi serta islah. Dengan demikian lembaran lama telah ditutup, dan menandakan dibukanya lembaran-lembaran baru yang mencerahkan bagi kawasan Teluk yang lebih maju, aman, dinamis, serta berdaulat," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi sikap negara GCC yang konsisten mendukung Palestina, tetap mengakui dan memperjuangkan Palestina sebagai negara merdeka yang berdaulat dan beribukota di Yerusalem Timur, serta mengutuk tindakan Israel yang senantiasa mengubah identitas dan status quo Yerusalem melalui penggusuran warga Palestina, aneksasi, dan pemukiman-pemukiman ilegal.

Selain itu ia menegaskan pentingnya implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB, seperti Resolusi Nomor 2334 serta mendukung UNRWA sebagaimana tercantum dalam closing statement KTT tersebut. Menurutnya bersatu padu menghadapi berbagai tantangan dan ancaman adalah pesan utama KTT tersebut.

"Oleh karena itu kami yakin bahwa tindakan-tindakan kriminal penjajah Israel di Palestina merupakan ancaman paling berbahaya bagi keamanan kawasan. Kami dari Indonesia berharap dapat bekerjasama secara lebih komprehensif bersama negara-negara Teluk dalam membela Palestina merdeka dan menghadapi kriminalitas Israel, yang melawan serta melanggar berbagai peraturan dan norma internasional," pungkasnya.

(mul/mpr)