80% Dokter di Sumbar Siap Divaksin, IDI: Diutamakan 59 Tahun ke Bawah

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 08:53 WIB
RSUD Blambangan Banyuwangi merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19, yang memiliki tim pemulasaraan jenazah. Tugas mereka tidak kalah berisiko dari tugas tenaga kesehatan (nakes)
Foto: Ilustrasi nakes Corona (Ardian Fanani)
Padang -

Sebesar 80 persen dokter di Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan kesiapan divaksinasi virus Corona (COVID-19). IDI Sumbar mengatakan dokter yang diprioritaskan untuk divaksinasi Corona yang berusia di bawah 59 tahun.

"Kita siap menjalani vaksin. Sekitar 80 persen-an sudah menyatakan kesanggupan untuk divaksin," kata Ketua IDI Sumbar, Pom Harry Satria, kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Harry menjelaskan dokter yang akan divaksinasi sudah terdaftar dalam 18 ribu lebih tenaga kesehatan (nakes) berdasarkan pendataan Dinkes Sumbar. Dokter yang diutamakan ialah dokter yang berkontak langsung dengan pasien Corona.

"Dokter-dokter yang diberikan vaksin diutamakan dokter yang berusia di bawah 59 tahun. Mereka adalah dokter yang beraktivitas memberikan pelayanan kepada pasien COVID-19," sebut Harry.

IDI Sumbar menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan vaksinasi Corona. IDI Sumbar menyarankan agar pemerintah juga memaksimalkan peran tokoh masyarakat, adat dan agama dalam menyosialisasikan vaksinasi COVID-19 ini.

"Pihak yang berhak mengecek kelayakan itu adalah BPOM. Maka kami sedang menunggu hasil dari BPOM. Namun secara umum kami mendukung langkah pemerintah ini, dan kami siap untuk menjalani vaksin," tutur Harry.

"Tokoh masyarakat bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat karena di daerah ini, peran tokoh ini masih kuat dan diikuti oleh masyarakat," katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Sumbar mendapatkan alokasi 36.920 dosis vaksin Corona pada tahap pertama. Puluhan ribu dosis vaksin Corona tersebut sudah tiba di Padang dua hari lalu.

"Alhamdulillah, sudah sampai. Jumlahnya 36.920 dosis. Sementara kita simpan dulu sampai ada instruksi pelaksanaan kegiatan vaksin dari pemerintah pusat," kata Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar, Lila Yanwar, Selasa (5/1/2021).

(zak/zak)