Deklarator Tentara Allah Libatkan-Ajak Anak Jihad, Komnas PA: Eksploitasi!

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 07:42 WIB
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait
Foto: Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Komnas Perlindungan Anak (PA) menanggapi terkait deklarasi jemaah Junudullah atau tentara Allah yang melibatkan anak-anak di Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat. Komnas PA menilai tindakan itu sebagai tindakan eksploitasi terhadap anak.

"Iya ini adalah tindakan yang tidak boleh dibuat oleh siapapun dengan melibatkan anak-anak untuk kepentingan apapun termasuk apa yang deklarasi yang dilakukan bahwa mengajak anak untuk berjihad, membawa senjata tajam, itu adalah pelanggaran terhadap hak anak," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Rabu (6/1/2021).

Aris mengatakan tindakan pelibatan anak-anak dalam deklarasi jihad tersebut sebagai bentuk eksploitasi terhadap anak. Hal itu, sudah diatur dalam UU Perlindungan Anak.

"Konferensi internasional tentang hak anak, termasuk UU Perlindungan Anak di Indonesia itu tidak dibenarkan karena itu termasuk eksploitasi anak-anak untuk tujuan politik orang dewasa, dengan libatkan anak maka deklarasi itu tidak dibenarkan deklarasi itu melibatkan anak-anak," ucapnya.

Aris pun meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas deklarator tersebut. Dia juga meminta agar deklarator tersebut menghentikan kegiatan pelibatan anak-anak tesebut.

"Karena itu Komnas PA mendukung pihak kepolisian untuk memproses ini karena ini merupakan praktek eksploitasi politik untuk kepentingan-kepentingan kelompok tertentu, kan di sekitar itu ada orang dewasa, dalam situasi apapun anak harus dilindungi, karena itu kita meminta deklarator yang mengatasnamakan jihad dan melibatkan anak-anak untuk hentikan kegiatannya," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2