Selama 2020, Kemlu Atasi Lebih dari 54 Ribu Kasus WNI di Luar Negeri

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 15:40 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (Foto: Kemlu)
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut pihaknya berhasil mengatasi lebih dari 54 ribu kasus WNI di luar negeri. Penyelesaian kasus itu merupakan upaya dalam program penguatan perlindungan WNI.

"Untuk perlindungan WNI selama 2020, lebih dari 54 ribu kasus telah ditangani, dan angka ini meningkat lebih dari 100 persen dari tahun 2019, lebih dari 172 ribu WNI telah direpatriasi, lebih dari 500 ribu sembako telah diberikan, lebih dari 2.400 WNI terpapar COVID di luar negeri didampingi, 17 WNI dibebaskan dari hukuman mati, 4 sandera telah dibebaskan, dan Rp 103,8 miliar hak finansial WNI telah diperjuangkan," kata Retno dalam paparan capaian akhir tahun Kemlu, disiarkan melalui virtual, Selasa (6/1/2021).

Capaian 2020 Kemlu bukan hanya ada di upaya perlindungan WNI saja, Retno menjelaskan pihaknya juga melakukan upaya untuk mengatasi masalah pandemi baik aspek kesehatan dan dampak sosial. Seperti kerja sama untuk pengadaan alat kesehatan hingga obat-obatan di tengah pandemi.

"Untuk refocusing prioritas kedua, kami mendukung upaya penanganan pandemi di aspek kesehatan dan dampak sosial. Selain memenuhi kebutuhan jangka pendek, diplomasi juga bergerak mendukung ketahanan dan kemandirian nasional di bidang kesehatan, contohnya sejumlah perusahaan Indonesia berhasil memperoleh kerja sama untuk bahan APD agar ke depan Indonesia dapat menjadi salah satu pemasok dunia," ujarnya.

Lebih lanjut, ada juga upaya berkontribusi untuk perdamaian dunia. Retno menyebut Indonesia sudah menjembatani beberapa kerja sama dalam rangka stabilitas perdamaian.

"Karakter utama diplomasi Indonesia adalah menjembatani berbagai perbedaan dan menjadi bagian dari solusi, karakter ini semakin diperlukan di tengah meningkatnya rivalitas bahkan selama pandemi, di ASEAN, Indonesia terus berupaya jaga sentralitas dan kesatuan," ujarnya.

Retno menyebut saat ini tercatat ada 2.828 tentara Indonesia yang ikut dalam misi perdamaian PBB. Sebanyak 183 di antaranya merupakan tentara wanita.

"Untuk peacekeeping Indonesia merupakan negara nomor 8 penyumbang peacekeeper di dunia dari 2.828 peacekeeper Indonesia yang bertugas saat ini 163 di antaranya adalah perempuan. Mereka bertugas di delapan misi PBB," katanya.

Simak juga video '1-14 Januari 2021 WNA Dilarang Masuk RI, Bagaimana Nasib WNI?':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/imk)