Pinangki Ungkap Alasan Djoko Tjandra ke RI: Sudah Tak Didukung Malaysia

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 14:04 WIB
Pinangki Sirna Malasari kembali mengikuti sidang lanjutan kasus suap di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (30/11/2020). Sidang menghadirkan 6 orang saksi.
Pinangki dalam persidangan yang lalu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pinangki Sirna Malasari mengungkap alasan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra ingin pulang ke Indonesia. Pinangki menyebut Djoko Tjandra ingin kembali ke Indonesia karena sudah tidak mendapat dukungan politik dari pemerintah Malaysia.

Awalnya, jaksa bertanya tentang kepergian Pinangki ke Malaysia bersama Anita Kolopaking, Andi Irfan Jaya, dan dengan rekan Djoko Tjandra bernama Rahmat untuk bertemu dengan Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Pinangki mengakui adanya pertemuan itu.

"Iya pernah, saya ke Malaysia tiga kali, tanggal 12 November 2019, 19 November 2019, dan tanggal 25 November 2019," kata Pinangki saat diperiksa sebagai terdakwa di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021).

Pinangki mengaku tidak memiliki kepentingan untuk bertemu Djoko Tjandra. Dia mengaku bertemu dengan Djoko Tjandra hanya tujuan mengenalkan Anita Kolopaking ke Djoko Tjandra.

"Keberangkatan saya ke Malaysia untuk memperkenalkan pengacara Anita Kolopaking kepada Joko Soegiarto Tjandra bersama dengan Rahmat tanggal 12 November, kemudian bersama Andi Irfan Jaya tanggal 25 November," ucap Pinangki.

Saat itu, kata Pinangki, dia sudah tahu Djoko Tjandra adalah buron Kejaksaan Agung. Dia juga saat itu menjabat jaksa Kasubag Pemantauan Evaluasi di Pembinaan.

Jaksa lantas mencecar alasan Pinangki datang menemui Djoko Tjandra. Pinangki tidak menjelaskan secara gamblang alasan dia mau menemui Djoko Tjandra, yang statusnya buron.

Namun dia mengungkapkan alasan kenapa Djoko Tjandra ingin kembali ke Indonesia. Dia menyebut Djoko Tjandra sudah tidak didukung oleh pemerintah Malaysia saat ini.

"Mengapa Saudara bersama Rahmat dan Anita Kolopaking tetap berangkat ke Malaysia, padahal terdakwa saat itu jaksa mengetahui status Djoko Tjandra buron?" tanya jaksa KMS Roni.

"Jadi pada awal rencana pemberangkatan kami ke Malaysia itu untuk ketemu Djoko Tjandra, berdasarkan keterangan Saudara Rahmat yang sudah kenal Djoko Tjandra lebih dahulu, Djoko Tjandra rencana akan serahkan diri ke Indonesia karena sudah tidak didukung politik oleh pemerintah Malaysia. Oleh sebab itu, saya inisiatif kenalkan Anita Kolopaking untuk jadi penasihat hukum dalam proses penyerahan diri Djoko Tjandra tersebut pada tanggal 12, 19, dan 25 November," ungkap Pinangki.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, Pinangki didakwa menerima suap berkaitan upaya hukum fatwa MA Djoko Tjandra serta tindak pidana pencucian uang. Dia disebut jaksa menguasai USD 450 ribu yang diduga berasal dari Djoko Tjandra.

Jaksa menyatakan, pada 2019-2020, Pinangki, yang saat itu masih berdinas sebagai jaksa, menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Pinangki juga disebut jaksa menyamarkan asal-usul uang korupsi dengan membeli sejumlah kendaraan sekaligus melakukan operasi kecantikan. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah BMW X-5 seharga Rp 1,7 miliar.

Simak juga video 'Moment Pinangki Kena Tegur Hakim Saat Bersaksi di Sidang Djoko Tjandra':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/mae)