2 Teroris di Makassar Rutin Latihan Tembak-Naik Gunung Sejak Oktober Lalu

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 12:58 WIB
Dua terduga teroris di Makassar ditembak mati Densus 88 Antiteror Polri karena melakukan perlawanan (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Dua terduga teroris di Makassar ditembak mati Densus 88 Antiteror Polri karena melakukan perlawanan. (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Jakarta -

Tim Densus 88 Antiteror Polri menembak mati dua orang terduga teroris di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polri menyebut keduanya sudah menggelar latihan rutin menembak sejak akhir tahun lalu.

"Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad)," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramdhan kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Kedua terduga teroris bernama M Rizaldy (46) dan Sanjai Ajis (23) ditembak mati karena berusaha menyerang aparat. Mereka ditindak Densus 88 Antiteror di Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wita.

"Saat dilakukan penangkapan, kedua pelaku melakukan perlawanan dengan masing-masing menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP," kata Ramdhan.

Rizaldy dan Sanjai Ajis pernah menyatakan baiat kepada khilafah atau ISIS pada 2015. Hal itu dilakukan bersama pengikut JAD lain di Ponpes Aridho. Pimpinan Ponpes Aridho, Ustaz Basri, telah meninggal dunia di Nusakambangan.

Mertua dan menantu ini bersama keluarganya juga sempat hendak bergabung dengan ISIS di Suriah pada 2016. Namun upaya tersebut digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta.

Rizaldy dan Sanjai Ajis bersama pengikut JAD lainnya rutin melakukan pengkajian negara khilafah di Villa Mutiara dan Yayasan Aridho. Polri juga mengungkap keduanya pernah berperan terkait aksi terorisme maupun terhadap pelaku tindak pidana terorisme.

Simak peran lain dari dua terduga teroris yang ditembak mati di Makassar di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2