2 ABK WNI Ditahan, KBRI Teheran Layangkan Nota Diplomatik ke Kemlu Iran

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 22:36 WIB
In this photo released Monday, Jan. 4, 2021, by Tasnim News Agency, the MT Hankuk Chemi, a South Korean-flagged tanker is escorted by Iranian Revolutionary Guard boats on the Persian Gulf. Iranian state television acknowledged that Tehran seized the oil tanker in the Strait of Hormuz. The report on Monday alleged the MT Hankuk Chemi had been stopped by Iranian authorities over alleged “oil pollution” in the Persian Gulf and the strait. (Tasnim News Agency via AP)
Kapal Tanker Korea Selatan, tempat 2 WNI ABK bekerja, ditangkap Otoritas Iran. (AP Photo)
Jakarta -

KBRI di Teheran terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Iran terkait ditahannya 2 warga negara Indonesia (WNI). Dua WNI tersebut merupakan awak kapal berbendera Korea Selatan yang disita oleh otoritas Iran.

"KBRI Tehran akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Iran terkait keberadaan dan kondisi dua orang WNI ABK Hankook Chemi, kapal berbendera Korea Selatan yang ditahan oleh otoritas Iran," demikian keterangan tertulis dari KBRI di Teheran, Iran, Selasa (5/1/2021).

KBRI Teheran juga telah melayangkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Iran. Nota diplomatik itu mengenai permintaan klarifikasi kedua WNI yang ditahan.

"KBRI Teheran telah melayangkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Iran mengenai permintaan klarifikasi terkait keberadaan kedua WNI ABK tersebut serta permintaan akses kekonsuleran dan komunikasi dengan keduanya," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan di perairan Teluk dan menahan para awaknya. ABK warga negara Indonesia termasuk di antara mereka yang ditahan.

Pemerintah Korsel mengkonfirmasi penyitaan sebuah kapal tanker kimianya oleh otoritas Iran di perairan Teluk. Seoul pun menuntut pembebasannya segera.

Beberapa outlet media Iran, termasuk TV pemerintah, mengatakan angkatan laut Garda Revolusi Iran menangkap kapal tersebut karena mencemari Teluk dengan bahan kimia.

"Menurut laporan awal oleh pejabat lokal, ini murni masalah teknis dan kapal dibawa ke pantai karena mencemari laut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh seperti dikutip televisi pemerintah seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (5/1/2021).

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mempublikasi foto-foto yang menunjukkan speedboat milik Garda Revolusi mengawal kapal tanker HANKUK CHEMI, yang dikatakan membawa 7.200 ton etanol.

Para awak kapal yang ditahan termasuk warga negara Korea Selatan, Indonesia, Vietnam dan Myanmar. TV pemerintah Iran mengatakan kapal tanker itu ditahan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan bahwa kapal itu memiliki 20 ABK.

(mae/idn)