Satgas COVID-19: Keterisian ICU-Isolasi Secara Nasional Mengkhawatirkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 17:27 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Satgas Penanganan COVID-19)
Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan tren keterisian ruang intensive care unit (ICU) dan ruas isolasi pasien COVID-19 seusai libur Natal dan tahun baru. Menurut Satgas COVID-19, tren keterisian ruang ICU dan isolasi meningkat dan mengkhawatirkan.

"Sehubungan periode libur panjang Natal dan tahun baru yang baru saja berakhir, saya akan menyampaikan kondisi keterisian tempat tidur di ruang ICU dan ruang isolasi rumah sakit di Indonesia," kata jubir Satgas COVID-19, Wiko Adisasmito, dalam jumpa pers yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

"Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional ini semakin meningkat dan mengkhawatirkan," imbuhnya.

Wiku menyebutkan, di sejumlah daerah, angka keterisian ruang ICU dan ruang isolasi hampir penuh. Daerah yang cukup disorot adalah DKI Jakarta hingga Sulawesi Tengah.

"Di beberapa daerah keterisian tempat tidur untuk ICU dan isolasi per 2 Januari sudah melebih 70%. Ini di antaranya terjadi di DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah," ujar Wiku.

Ketersediaan ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin minim saat ini. Hal ini, kata Wiku, seharusnya menjadi pengingat masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.

"Hal ini dapat menjadi alarm bagi kita, bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis," ucap Wiku.

Masih adanya sisa ruang ICU dan isolasi untuk pasien Corona, menurut Wiku, jangan dianggap enteng. Sebab, tenaga kesehatan yang gugur karena Corona pun trennya meningkat saat ini.

"Perlu dipahami, bahwa masih tersisanya tempat tidur untuk pasien COVID-19 ini belum tentu bisa digunakan, karena terbatasnya tenaga kesehatan. Apa lagi, sampai saat ini telah ada sebanyak 237 dokter yang meninggal, dimana tren jumlahnya terus meningkat, semenjak bulan Oktober, apalagi terutama di bulan Desember," imbuhnya.

Simak video 'Tambah 7.445, Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 779.548':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)