Okupansi Ruang Isolasi di Karawang Capai 110 Persen, RK Tetapkan Siaga 1

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 14:59 WIB
Menjelang pergantian tahun 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi di Ibukota Jawa Barat, Kota Bandung.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Keterisian ruang isolasi COVID-19 di Kabupaten Karawang telah mencapai 110 persen. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menetapkan status siaga 1 bagi daerah yang selama satu bulan penuh berada di dalam zona merah atau daerah dengan tingkat penularan COVID-19 yang tinggi.

"Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar, kita segera menuju Karawang karena keterisian ruang isolasi juga sudah darurat di Karawang keterisiannya 110 persen. Jadi ini mungkin rekor terburuk yang pernah kita ada, jadi sehingga harus kita lakukan upaya-upaya yang luar biasa," ujar Ridwan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (5/1/2021).

Dalam rapat mingguan Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah (KPCPED) Jabar, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan keterisian ruang isolasi terbanyak berada di Kabupaten Karawang (113,7%), Kota Bekasi (84,61%), Pangandaran (90%), Kota Banjar (86,63%) dan Kota Tasikmalaya (91,9%).

Keterisian ruang isolasi di Jabar pun berada di angka 78,40% pada 4 Januari 2021, yang berada di atas standar WHO yang menetapkan di bawah angka 60%. Ada pun untuk 10 rumah sakit paling sibuk mengurus pasien COVID-19 berada di Karawang, Bandung dan Bodebek.

Dalam laporan KPCPED, keterisian ruang isolasi bagi pasien COVID-19 di RSUD Karawang telah 100 persen, dari 108 tempat tidur yang tersedia semuanya telah terisi. Keadaan ini juga sebenarnya terjadi di RSU Advent Kota Bandung, yang memiliki 105 tempat tidur bagi pasien COVID-19 yang semuanya telah terisi penuh.

Libur panjang yang terjadi pada akhir tahun kemarin, katanya, membuat kasus COVID-19 di Jabar terus meningkat. Walau demikian efek dari liburan tak berdampak setinggi liburan pada Oktober 2020 lalu.

"Memang masih berdampak tapi tidak setinggi libur-libur panjang sebelumnya, tingkat kesembuhan terus naik di angka 85%, sementara nasional ada di 82%, kematian juga turun di 1,3% sedangkan nasional di 3%. Yang kita waspadai adalah kapasitas perawatan yang terus kita upayakan dan alhamdulillah gedung-gedung negara TNI Polri yang dipersiapkan untuk merawt sudah berfungsi," ujarnya.

(yum/mso)