Bagian Pipa Gas yang Dicuri di Cakung Jaktim Senilai Rp 40 Juta

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 16:53 WIB
Polisi rilis kasus pencurian bagian pipa gas di Cakung (Sachril/detikcom)
Polisi rilis kasus pencurian bagian pipa gas di Cakung. (Sachril/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap 3 pelaku pencurian bagian pipa gas di Cakung, Jakarta Timur (Jaktim). Komponen bernama volume korektor yang dicuri pelaku bernilai Rp 40 juta.

"Adapun barang bukti yang kita sita, yang pertama adalah tang dan pemotong besi. Yang kedua adalah volume korektor, ini yang nilainya kurang-lebih Rp 40 juta," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian saat konferensi pers di Polsek Cakung, Jalan Raya Bekasi, Jaktim, Selasa (5/1/2021).

Arie menjelaskan, volume korektor yang dicuri Andrew Marlond Yosua (22), Muhammad Dicky Saputra (20), dan Nano Saputra (19) di Stasiun Gas Pulo Gebang adalah komponen pipa yang digunakan untuk menyalurkan gas ke kebutuhan industri. Bila dicuri, lanjutnya, sangat membahayakan.

"Ya (volume korektor) ini untuk industri, disalurkan untuk kebutuhan industri. Dan ini tentunya sangat membahayakan, tadi untung kita bisa bergerak cepat, dari PGN juga bisa bergerak cepat dan bisa kita lokalisir dan sudah bisa kita amankan," ujar Kombes Arie.

Polisi rilis kasus pencurian bagian pipa gas di Cakung (Sachril/detikcom)Polisi merilis kasus pencurian bagian pipa gas di Cakung. (Sachril/detikcom)

Akibat volume korektor ini dicuri, Arie menjelaskan, sempat terjadi kebocoran gas sekitar 2 jam. Perbaikan pun telah selesai dilakukan.

"Kurang-lebih sekitar 2 jam (kebocoran gas). Jam 05.00 WIB pagi begitu laporan masyarakat masuk, polisi amankan TKP langsung koordinasi dengan damkar dan PGN sendiri," imbuhnya.

Dia pun menambahkan, para pelaku baru 2 kali melakukan pencurian sebelum ditangkap polisi. Pelaku, lanjutnya, akan menjual volume korektor ini ke tukang besi di daerah Jakarta Utara (Jakut).

"Ya dari pengakuan, yang bersangkutan sudah lebih dari satu kali melakukan pencurian. Sebelumnya mencuri besi, mereka membutuhkan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Menurut pengakuan, yang bersangkutan ada ke penjual barang-barang besi di daerah Jakarta Utara," ujar Arie.

Dalam jumpa pers ini, Kombes Arie sempat bertanya ke pelaku Muhammad Dicky Saputra. Dicky mengaku tidak mengetahui bahwa volume korektor yang dicurinya membahayakan.

"Berapa pasarannya? Jujur kamu sama saya," tanya Arie ke pelaku Dicky. "Rp 5 juta, Pak," ujar Dicky.

"Kamu tahu ini spesifik barang, nggak semua orang tahu barang ini, kamu tahu nggak itu bahaya langsung bocor gasnya?" balas Arie. "Nggak tahu Pak," timpal Dicky.

"Itu kan (komponen) gas, bukan untuk kepentingan kalian. Duitnya buat apa?" tanya Kapolres Jaktim. "Buat makan," jawab Dicky.

"Buat makan? Kerja kamu jangan mencuri," tandas Arie kepada tersangka Dicky. (sab/imk)