Pengacara Ngaku Susah Jenguk Syahganda, Minta Dihadirkan Langsung di Sidang

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 14:03 WIB
Aktivis Syahganda Nainggolan di Kantor DPD PDIP Jakarta, Senin (25/4/2016).
Syahganda Nainggolan (Ari Saputra/detikcom)
Depok -

Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan mengaku sulit dijenguk pihak keluarga saat menjalani masa tahanan. Syahganda disarankan melapor ke Komnas HAM terkait kesulitan yang hadapinya.

Hal itu diungkapkan Syahganda saat menjalani sidang kasus menyebarkan berita bohong penghasutan demo menolak omnibus law yang berujung ricuh di Jakarta. Syahganda duduk bertindak sebagai terdakwa.

"Mungkin begini pertimbangkan kehadiran terdakwa karena kami belum bisa bertemu, berkomunikasi," kata tim pengacara Syahganda, Abdullah Alkatiri, saat sidang di Pengadilan Negeri Depok, Jalan Boulevard Grand Depok City, Kota Depok, Senin (4/1/2021).

Hakim ketua Ramon Wahyudi menyatakan bakal mempertimbangkan permohonan penasihat hukum. "Mengenai usulan itu kami tampung," ujar Ramon.

Masih di dalam sidang, Syahganda turut menyampaikan pengakuannya yang sulit dijenguk oleh pihak keluarga. Dia menyebut istrinya sudah 3 kali berusaha menjenguk ke Rutan Bareskrim tapi ditolak.

"Sedikit tambahan pengacara tadi, izin besuk di sini nggak berlaku, Pak, jadi istri saya juga bawa izin besuk dari jaksa 3 kali nggak boleh masuk juga," kata Syahganda secara virtual.

Terkait polemik masalah besuk itu, Ramon menyarankan pihak kuasa hukum melapor ke Komnas HAM. "Bisa lapor ke Komnas HAM itu," ujarnya.

Seusai sidang, tim pengacara Syahganda mengatakan bakal menindaklanjuti saran majelis hakim. Namun, Alkatiri akan berkoordinasi terlebih dahulu soal laporan ke Komnas HAM.

"Jadi hakim katakan kalau kita dianjurkan oleh hakim, mudah-mudahan masuk dalam penetapan hakim juga bahwa kita diminta melaporkan ke Komnas HAM," kata Syahganda.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2